Wisudawan Terbaik UMM Ini Raih IPK Sempurna 4,00, Apa Kuncinya?

0
3082
Sherly Lola Zuraida. (Wildan/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna alias 4,00 di perkuliahan tidaklah mudah. Butuh perjuangan keras dan kedisiplinan yang tinggi.

Itulah yang dialami Sherly Lola Zuraida. Berkat usahanya yang tak pernah putus, ia dinobatkan sebagai wisudawan terbaik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) periode I tahun 2021.

Saat ditemui, Sherly bercerita bahwa semua berawal dari raihan indeks prestasinya (IP) di semester pertama. Ia tidak menyangka mampu mendapatkan angka yang tinggi di hasil perkuliahannya.

“Saya sangat kaget waktu itu. Padahal, saya hanya memiliki target yang penting bagus. Apalagi mengingat kemampuan saya yang masih kalah dengan yang lain,” kenangnya.

Angka 4 tersebut akhirnya memacu Sherly untuk terus belajar dan berusaha agar bisa mempertahankan nilai semester satu. Semester demi semester ia lalui dengan begitu lancar. Ia menuturkan bahwa semua tak lepas dari dukungan dan doa orang tua.

Ditanya ihwal cara belajar, sulung tiga bersaudara ini mengaku tidak ada yang istimewa. Tapi ada satu hal yang selalu ia lakukan setiap hari, yakni membuat perencanaan. Ia selalu membuat jadwal serta daftar tugas yang harus ia selesaikan.

“Bukankah perencanaan adalah awal dari kesuksesan? Saya sudah terbiasa melakukannya sejak kecil. Merencanakan kegiatan membuat saya tidak grusa-grusu dalam menjalani hari,” terang wisudawan jurusan manajemen itu.

Kiat kedua yaitu menyempatkan belajar walau terpaksa. Menurutnya, memaksa diri untuk belajar adalah kunci. Mungkin di awal akan terasa berat, tapi lama-kelamaan akan berubah menjadi ringan. Tidak jarang ia malah menyukai kegiatan tersebut.

Dia membocorkan kiat belajarnya yang ketiga, yakni diskusi. “Berdiskusi adalah cara paling ampuh untuk belajar. Saya sering mengajak teman-teman untuk bertukar pikiran terkait mata kuliah. Apalagi semenjak menjadi asisten laboratorium,” tutur perempuan yang bercita-cita menjadi dosen itu.

“Iya, saya punya grup belajar sendiri. Biasanya kami bertemu dan mengobrol materi-materi perkuliahan. Sayangnya, semenjak Covid-19 intensitas pertemuan kami berkurang,” tambahnya.

Sherly tidak menampik bahwa semua kemudahan yang ia peroleh adalah berkat doa orang tuanya. Meski orang tua jarang menampakkan supportnya, ia yakin doa adalah faktor penting dalam capaiannya hingga kini.

“Semoga raihan yang saya peroleh bisa semakin memacu teman-teman lain dalam belajar. Boleh saja sibuk kegiatan lainnya, tapi jangan pernah lupakan kewajiban sebagai mahasiswa untuk belajar. Alhamdulillah saya mendapatkan bonus bisa membanggakan ayah dan ibu,”pungkasnya. (Wildan/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here