Work From Home: Coronavirus & Tempecorona

0
292

KLIKMU.CO-

Oleh : Munahar*
______
Beberapa hari ini saya lebih banyak di rumah dibanding dengan berkantor. Tidak biasa, memang, namun hal ini diambil sebagai upaya preventif memangkas persebaran Covid-19 sebagaimana saran para dokter dan pemangku kebijakan.

Hikmah dari berkantor di rumah adalah rumah lebih bersih tertata dibanding sebelumnya karena memang tidak pulang sebelum malam tiba. Berkumpul bersama anak dan istri dengan durasi waktu yang cukup lama juga menjadi keistimewaan tersendiri.

Untuk menghindari rasa jenuh, biasanya kami baca-baca buku koleksi yang ada di rumah. Terkadang juga menyelipkan waktu membuka HP meskipun hanya sekadar melihat dan sesekali menanggapi diskusi, guyonan, dan informasi di grup-grup WA. Sampai kemudian pada saat ada yang men-share informasi terkait asal-usul coronavirus. Saya baca berita-berita ini, bahwa Virus Corona berasal dari Kota Wuhan China, tepatnya di pasar tradisional yang menjual makanan dari berbagai macam binatang untuk dimakan hidup-hidup. Ada yang memakan kelelawar, cemindil/ crurut anak tikus yang cukup dicelup pada saos dan lain-lain.

Saya tidak tahu tentang kebenaran berita ini, karena memang saat ini antara berita benar dan hoax itu sulit dibedakan. Bahkan ketika ada anjuran untuk tetap berada di rumah guna memangkas persebaran Covid-19, mengingat yang terpapar virus tersebut semakin hari semakin banyak, itu pun masih banyak yang keluyuran, rekreasi, dan berlama-lama diangkringan, karena tidak percaya berita. Dia beralasan, ahh.. paling-paling hoax.

Bisa jadi, berita hoax ini sudah masuk ke otak bawah sadar sebagai akibat dari berita tidak benar yang berseliweran di sekitar, sehingga berita apapun yang datang kepadanya dianggap bohong. Biasanya kalau saya ditanya, berita apa yang paling Ustadz Munahar percayai? Saya jawab berita yang datang dari Al-Qur’an. Hehe…

Sambil menikmati baca asal usul virus corona, tiba-tiba istri menyuguhkan makanan. Saya lihat ternyata tempe goreng. Yang aneh ada cuka’ Pempek Palembang. Dalam hati _membatin_ , “ini ada cuka’ pempek tapi pasangannya kok tempe goreng?” Belum sempurna mendapatkan jawaban pertanyaan dalam hati, tiba-tiba istri mempersilahkan untuk mencoba menu hasil racikan ini. Saya potong tempe gorengnya, lalu saya celupkan ke cuka’ pempek, selanjutnya saya cicipi, hemmm ternyata mak nyus. Enak tenan.

Sambil merasakan sensasi makanan ini tiba-tiba pikiran berkeliaran jauh bercampur ingatan pada sejarah munculnya virus corona, sampai pada titik, menu ini jika dijual nama yang bagus apa ya? Nah.. Tempe Corona. Ya, Tempe Corona.

Disebut tempe karena komposisi utamanya adalah tempe goreng dipadu dengan cuka’ pempek Palembang. Dan sebutan corona karena jenis makanan ini disuguhkan pada saat virus Covid-19 ini mewabah.

Mungkin ada yang bertanya, apakah Tempe Corona ini bisa meningkatkan kekebalan tubuh sehingga manusia tidak mudah terserang virus? Atau bahkan bisa menjadi vaksin/ obat bagi yang sudah terjangkit virus corona, supaya negara kita tidak perlu mengimpor obat dari China? Nah kalau ini saya tidak bisa jawab sebab belum pernah dilakukan uji lab. Namun yang jelas Tempe Corona ini nikmat, gurih, mengenyangkan, dan pas untuk menemani aktifitas di rumah selama masa pendemi. Hehee…
______

*Kepala SD Muhammadiyah 6 Gadung

*Anekdot untuk menemani BDR (Bekerja Dari Rumah)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here