Workshop Film Pendek, Spemda Undang Praktisi Film Ibu Kota 

0
109
Enggong Supardi (kiri) saat memberikan penjelasan kepada sejumlah siswa kelas IX Spemda. (Yunan/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – SMP Muhammadiyah 2 Surabaya (Spemda) menggelar workshop film pendek bagi kelas IX, Jumat-Sabtu (5-6/3/2021). Acara yang menjadi rangkaian ujian praktik mata pelajaran seni budaya, bahasa Indonesia, dan bahasa Jawa ini bertempat di Kelas Internasional Talent Executive Class Sekolah Keberbakatan Muhammadiyah Boarding Area Sport Art and Sains SMP Muhammadiyah 2 Surabaya di dalam Mall BG Junction.

Menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan ketentuan Satgas Covid-19 SMP Muhammadiyah 2 Surabaya dan BG Junction Mall, acara ini dibagi ke dalam beberapa sesi. Seluruh peserta yang hadir memanfaatkan untuk dapat menggali banyak ilmu dari pemateri.

Pemateri dalam workshop yang merupakan acara rutin setiap tahun ini adalah Enggong Supardi SSn yang merupakan praktisi film dari FFTV Institut Kesenian Jakarta (IKJ) dan kamerawan senior di kalangan industri perfilman di ibu kota.

Dalam kesempatan ini, Enggong Supardi merasa tertantang atas target materi yang  harus disampaikan kepada siswa, yaitu menggunakan kamera handphone sebagai alat dalam membuat film pendek yang kualitasnya baik agar bisa ditampilkan dilayar lebar. “Harus saya modifikasi sedemikian rupa agar dapat diterima oleh seluruh peserta yang masih berada di bangku SMP,” ujar Enggong.

Enggong lantas berpesan kepada seluruh peserta bahwa tujuan membuat film ada di dalam pesan yang disampaikan film tersebut. Pesan tersebut haruslah bernilai moral sehingga membawa manfaat bagi yang menonton.

Praktik pembuatan film oleh Enggong Supardi. (Yunan/Klikmu.co)

Ustadz Luddy Saputro MSn, guru seni budaya, berharap workshop film pendek ini bisa menjadi produk tahunan sekolah untuk menunjang progam ujian praktik dan berguna bagi anak-anak di masa mendatang. “Harapan besar saya, sekolah kita bisa memiliki TV channel sendiri untuk menunjang PPDB,” lanjutnya.

Sementara itu, menurut guru bahasa Indonesia Ustadzah Eny Kesuma Herawati, acara ini sangat membantu dan menambah wawasan peserta ujian praktik dalam pembuatan film pendek.

Ujian praktik film pendek ini dibagi ke dalam beberapa kelompok. Setiap kelompok wajib menyerahkan jadwal syuting, naskah drama, dan video film pendek itu sendiri.

“Untuk penilaian tiap mapel berbeda. Untuk seni budaya penilaiannya ada pada penyutradaraan, seni peran, dan poster film. Sedangkan untuk mapel bahasa Indonesia penilaiannya ada pada naskah dramanya. Untuk mapel bahasa Jawa ada pada pemberian subtitel bahasa Jawa-nya,” terang ujar Ustadz Luddy. (Yunan/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here