Wujudkan Kota Layak Anak, UNICEF Bersama Dinkes Kota Surabaya Datangi Sekolah Teladan Nasional

0
503
Arie Rukmantara Kepala UNICEF ditemani M. Syaikhul Islam, S.HI., M.HI berbincang dengan peserta didik SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya, Sekolah Teladan Nasional

KLIKMU.CO – Memasuki putaran kedua imunisasi difteri oleh Dinas Kesehatan (Dunkes) Kota Surabaya dimaksudkan sebagai pemerataan jangkauan sasaran imunisasi bagi anak. Target 100 persen imunisasi menjadi poin kunci untuk untuk membentuk kekebalan tubuh dari ancaman bakteri corynebacterium diphteriae.

dr. Mira Novia Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Surabaya mengatakan, proyeksi untuk imunisasi difteri putaran kedua kali ini berjumlah 753.498 anak usia 1-19 tahun. Sedangkan sasaran riilnya mencapai 758.904 anak.

”Memang ada dua data, sasaran riil dan proyeksi. Sasaran riil memang lebih besar daripada proyeksi. Jika proyeksi merupakan data dari BPR, maka sasaran riil adalah yang kita temui di lapangan. Putaran kedua ini nanti akan berlangsung hingga akhir Agustus,” ujar Mira saat sosialisasi imunisasi difteri di SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya, Sekolah Teladan Nasional, Selasa (31/7) pagi tadi.

Dia berharap 100 persen imunisasi tersebut dapat terealisasi, pasalnya pada putaran pertama saja realisasinya mencapai 101,99 persen. Kata Mira, pelibatan dari berbagai pihak dilakukan, termasuk lembaga pendidikan yang memiliki peserta didik berlimpah, seperti SD Sekolah Ramah Anak ini.

Mira mengaku masih ada beberapa wilayah di Kota Surabaya belum sepenuhnya terimunisasi, jika dilihat dari angka proyeksi.

“Karena itu pada tahap ini Dinkes Surabaya memfokuskan sosialisasi di lokasi-lokasi yang pada putaran pertama belum mencapai 100 persen. Misalnya di daerah Surabaya utara dan wilayah yang berbatasan dengan kabupaten lain,” katanya dengan memberi penjelasan bahwa, sampai saat ini memang masih ada sebagian masyarakat yang menolak diimunisasi meskipun persentasinya sangat kecil. Untuk itu, pihaknya bekerjasama dengan organisasi-organisasi kemasyarakatan agar mau ikut mensosialisasikan imunisasi difteri ini.

Arie Rukmantara Kepala Perwakilan United Nations Children’s Fund (UNICEF) untuk Pulau Jawa, menambahkan pada pelaksanaan imunisasi difteri tahap kedua ini merupakan hak setiap anak.

”Bahwa untuk menjadi kota layak anak tidak hanya soal infrastruktur, pendidikan, termasuk juga soal imunisasi. Cakupan imunisasi yang tinggi juga menjadi satu syarat kota layak anak,” kata Arie.

Senada dengan Dinkes Surabaya, fokus pada fase kedua adalah pemerataan. ”Di Surabaya ini, kalau minta target 100 persen pasti tercapai. Supaya bisa merata, kami ingin memastikan tidak ada anak yang ketinggalan saat pelaksanaan imunisasi,” katanya karena saat pelaksanaan bisa saja anak-anak sedang sakit, bepergian, memiliki kebutuhan khusus, homeschooling dan lain-lain.

Jika pada putaran kedua ini bisa bisa mencapai 100 persen, Arie yakin pada 1-2 tahun mendatang Surabaya sudah bisa menyatakan dirinya sebagai kota bebas difteri.

Sementara itu, Kepala Sekolah M. Syaikhul Islam, S.HI., M.HI menambahkan, sekolah terus berupaya mengajak orang tua untuk memahami pentingnya imunisasi difteri.

”Kami ingin membangun kultur hidup sehat. Salah satunya melalui imunisasi ini,” imbuh ustadz ICOOL julukan M. Syaikhul Islam, S.HI., M.HI. bahwa tahap awal imunisasi dilakukan kepada 38 siswa kelas 5 B Sekolah kebanggaan Muhammadiyah itu.

Saat itu, tambah ustadz ICOOL dengan tertib satu persatu siswa masuk ke ruang UKS untuk mendapatkan suntikan imunisasi difteri dari petugas Puskesmas Pucang Sewu setelah sebelumnya dipastikan suhu tubuhnya normal.

“Meskipun sebagian mengaku takut, namun tidak ada siswa yang menangis atau menolak,” katanya dengan senyum tersimpul. (Farid/Dul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here