Yunahar Ilyas: Kita Ingin Muhammadiyah, NU, Persis, dan Lainnya Bersatu!

0
1608
Wakil Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr Yunahar Ilyas, Lc. M.Ag dalam Pengajian Pencerah Ahad Pagi.

KLIKMU.CO – “Kalau tidak sanggup meningkatkan ukhuwah islamiyah, maka jangan merusaknya. Kita ingin semua bersatu seperti Muhammadiyah, NU, Persis, dan lainnya.”

Demikian wejangan yang disampaikan Wakil Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr Yunahar Ilyas dalam pengajian Ahad Pencerah Majelis Tabligh PDM Surabaya di Ruang Pertemuan Gedung Dakwah Kenjeran Kota Surabaya Jl Platuk 104, Kenjeran, Surabaya, Ahad (28/7/2019).

Yunahar Ilyas mengatakan, nabi mempersaudarakan kaum Anshar dengan kaum Muhajirin. “Dengan susah payah nabi berusaha menyatukan kedua suku itu, tetapi dengan kekuatan iman mereka bisa bersatu,” paparnya.

Menurut dia, ada 6 hal yang harus dihindari agar ukhuwah islamiyah tidak rusak. Pertama, jangan saling mengejek. “Kadang ada yang gemarnya ngejek. Pada pilpres kemarin ada istilah cebong dan kampret. Setiap hari kerjaannya ngejek. Kalau tidak ngejek tidak puas dia,” katanya.

Kedua, lumaza, memaki, mencaci. “Salah satu teman di UI mengkritik, tetapi dibalas juga dengan kritikan. Oleh karena itu, kita sebarkan di media sosial dengan yang positif. Warga Muhammadiyah yang banyak itu juga tidak gemar melihat YouTube, katanya Muhammadiyah warganya 35 juta. Padahal, sekarang perangnya melalui media sosial,” ujarnya.

Ketiga, jangan memanggil nama yang tidak disukai. “Ada seorang sopir bus di Yogyakarta. Dia kalau memanggil orang dengan panggilan barwak atau monyet. Karena dia sering memanggil orang seperti itu, maka orang-orang di sana memanggil dia dengan panggilan barwak atau monyet. Oleh karenanya, mari panggillah orang itu dengan panggilan yang baik,” ucapnya.

Keempat, katanya, jangan berburuk sangka. “Kalau Anda berjanji dengan orang terus dia tidak datang, maka cari husnuzannya,” ujarnya. Prof Yunahar menyatakan agar mendahulukan yang positif. “Jangan negatif yang didahulukan. Maka kalau kita positif, kita tidak sakit hati,” imbuhnya.

Kelima, sambungnya, jangan mengintip kesalahan orang lain. “Contoh kalau polisi curiga terus, hakim vonis terus. Maka, sebaiknya kita menjadi sahabat,” ujarnya.

Yunahar menambahkan, ada anak yang didik keras oleh orang tuanya. Akhirnya, dia curhat di luar. “Ketika curhat di luar karena temannya tidak baik, maka dia salah pergaulan. Ini penting diperhatikan orang tua. Jadilah sahabat,” tegasnya.

Keenam, lanjutnya, jangan ghibah atau bergunjing. “Kalau tidak sanggup meningkatkan ukhuwah islamiyah, maka jangan merusaknya. Kita ingin semua bersatu, Muhammadiyah, NU, Persis, dan lainnya,” ungkapnya.

Yunahar menuturkan, ada kecenderungan di Indonesia ini mau mengeluarkan ormas yang lain. Semua di Indonesia adalah ahlussunnah wal jamaah. “Kita hanya menegakkan Alquran dan Sunnah. Maka dengan demikian, ukhuwah islamiyah akan tegak di dunia ini,” tambahnya. (Habibie/Achmadsan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here