Zakiah Aini Berani Mati, Pak Polisi Takut Mati

0
186
Nurbani Yusuf, dosen Universitas Muhammadiyah Malang

Oleh: Kiai Nurbani Yusuf

KLIKMU.CO

Mbak Zakiah Aini menganut teologi nekat mati. Densus 88 Antiteror menganut teologi takut mati. Ini memang kebalikan.

Sama-sama berharap imbalan: Zakiah Aini berharap imbalan surga, Pak Polisi berharap imbalan gaji bulanan. Jadi, heroik yang mana?

Bagi Zakiah Aini, surga sudah di pelupuk mata. Ia sudah selesai dengan urusan dunia, bahkan mungkin saja sudah tak punya urusan lagi—sebuah cara pandang mulia, melihat jauh ke depan berorientasi akhirat. Berbeda dengan saya yang masih banyak urusan: dari cicilan bulanan hingga urusan istri yang menuntut belanja naik tiap hari.

Zakiah Aini perempuan paruh baya bukan saja pemberani, tapi jyga seseorang yang kuat memegang prinsip. Teologi ‘akhirat lebih kekal’ ini begitu kuat terasa di kalangan muslimin, termasuk saya. Berpikir dengan cara apa mengakhiri hidup: kanker, jantung, stroke, tertabrak mobil atau mati di pucuk laras bedil Densus 88 Antiteror sambil bertakbir.

Sayangnya saya tak punya keberanian, bahkan bicara mati saja takut. Bukan hanya laras bedil atau bom, dengan jarum suntik vaksin pun takut dan sejauh mungkin menghindar. Yang penting ada alasan untuk tidak disuntik. Jadi, jangan harap dapat imbalan kawin dengan 72 bidadari surga yang selalu perawan bila masih takut disuntik.

***

Berbeda dengan Zakiah Aini yang lantang berdiri menerobos Mabes Polri. Ada yang bilang Zakiah Aini kesepian, jiwanya hampa, tapi benarkah jiwanya sedang tak enak? Sayangnya saya tak percaya. Spekulasi terus meruak, berbagai pembenaran dicari untuk menutup salah.

Saya juga tak punya nyali seperti Zakiah Aini yang heroik. Ketemu polisi tilang saja saya ‘ndredeg’. Jadi, teroris bukan hanya soal perspektif atau ‘teologi hakimiah’ yang legendaris itu, tapi juga nyali besar. Ini yang mungkin luput dari perhatian. Bukankah kita baca ayat dan kitab yang sama, tapi kenapa aplikasinya jauh berbeda.

Seperti halnya Pak Polisi yang paranoid melihat orang berjenggot dan perempuan bercadar, kemudian bertindak ‘main keroyok’ terhadap perempuan bersejata pistol air dengan peluru plastik. Tapi, bisa juga tak berlebihan sebab siapa tahu di balik gamis hitam itu ada bom yang bakal meledakkan Mabes Polri. Ini hanya soal jaga-jaga dan standar perang sipil, tapi jadi lucu membunuh tikus dengan mengerahkan panser atau pesawat perang legendaris F16 bikinan Amerika dan sekutunya.

Di hadapan Pak Polisi, meski sendirian, Zakiah Aini selaksa pasukan tempur dengan ribuan mesiu mematikan. Sosoknya yang lembut itu tampak besar dan menakutkan. Tidak tahu apa yang ditakutkan Pak Polisi? Apakah gamis, cadar atau warna hitam? Ini juga misteri. Apakah jarum suntik atau Ibu Dokter yang pelit senyum yang bikin saya ndredeg. Mbak Zakiah dan Pak Polisi bisa saja sama-sama dibekam ilusi.

Tapi, kenapa Zakiah Aini mudah masuk tanpa pengawalan di markas besar yang ‘angker’ dengan pengamanan berlapis itu? Kemudian bikin kaget Pak Polisi karena dari gamisnya dikira merogoh pistol air dan peluru plastik. Padahal, Mbak Zakiah mau membenahi BH-nya yang melorot dan dikira mau ambil pistol atau bom yang ketinggalan di rumah, tapi keburu ditembak mati dengan peluru beneran. Adegan berakhir tanpa ending.

Atau, ada pandangan lain bahwa peluru plastik bisa sangat mematikan di tangan para jihadis karena lebih bertuah. Adegan teror kian seru seperti adegan dalam telenovela. Atau, film India yang riuh dengan adu jotos, tapi tak ada yang beneran.

***

Bagi sebagian orang, perang adalah washilah, perang bukan tujuan, tapi menempati posisi penting dan satu-satunya yang dianggap efektif mencapai syahid sebagai jalan mudah menuju surga. Tapi, bisa saja ini teori ketinggian, wong Zakiah Aini hanya mau benahin BH-nya yang melorot, tapi keburu ditembak dengan peluru beneran karena bikin kaget dan takut para pemburu teroris. Dan bisa pula Zakiah Aini syahid beneran karena ditembak dengan peluru beneran. Salam sehat. (*)

@nurbaniyusuf
Komunitas Padhang Makhsyar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here