3 Pertanyaan Belum Terjawab Pascapenetapan Ferdy Sambo sebagai Tersangka

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisement -

KLIKMU.CO – Pascapenetapan Irjen Ferdy Sambo sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, sejumlah pertanyaan belum terjawab. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang memimpin langsung konferensi pers menyatakan masih terdapat beberapa kejanggalan, salah satunya hilangnya kamera pengawas (CCTV).

Kapolri menduga ada beberapa hal yang masih ditutupi dan direkayasa dalam kasus ini. Ia meminta Tim Khusus (Timsus) melakukan pemeriksaan terhadap Ferdy Sambo terkait upaya menghilangkan barang bukti yang menjadi hambatan dalam proses penyidikan.

Sejumlah pertanyaan yang belum terjawab tersebut di antaranya sebagai berikut.

Pertama, apakah Ferdy Sambo Ikut Menembak Brigadir J? Hingga konferensi pers, pihak kepolisian belum mengambil kesimpulan apakah mantan Kadiv Propam tersebut ikut menembak korban atau tidak.

- Advertisement -

“Terkait apakah saudara FS (Irjen Ferdy Sambo) menyuruh atau terlibat langsung dalam penembakan, saat ini tim masih melakukan pendalaman terhadap saksi-saksi dan pihak-pihak terkait,” kata Kapolri dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (9/8/2022) malam.

Kedua, apa motif Ferdy Sambo menyuruh Bharada E menembak Brigadir J? Terkait alasan dan motif mantan Kadiv Propam meminta Bharada E menembak Brigadir J belum ditemukan. Kapolri masih meminta Timsus mendalami.

Kapolri juga menyatakan bahwa Timsus tidak menemukan fakta peristiwa tembak menembak dalam kasus ini. “Tidak ditemukan fakta peristiwa tembak menembak seperti yang dilaporkan,” tambah Listyo.

Ketiga, apakah terjadi pelecehan seksual kepada istri Irjen Ferdy Sambo yang menyebabkan penembakan? Pihak kepolisian belum bisa menyimpulan terjadi pelecehan seksual sebagai pemicu penembakan.

“Terkait motif saat ini sedang dilakukan pendalaman terhadap saksi-saksi dan juga terhadap ibu Putri. Saat ini belum bisa kita simpulkan,” tandas Listyo.

Terkait kasus pembunuhan Brigadir J, Polri telah menetapkan 4 orang sebagai tersangka, yakni Bharada E alias Richard Eliezer, Bripka RR alias Ricky Rizal, KM alias Kuat, serta Irjen. Ferdy Sambo.

Bharada E dikenakan Pasal 338 Jo 55 dan 56 KUHP. Sedangkan, 3 tersangka lainnya termasuk Irjen. Ferdy Sambo dikenakan Pasal 340 Sub 338 Jo Pasal 55 dan 56 KUHP.

Kasus pembunuhan Brigadir J di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo menjadi perbincangan luas, hingga menuai tanggapan Presiden Jokowi. Hal itu terjadi setelah pihak keluarga korban menemukan banyak kejanggalan dan mencurigai bahwa kematian Brigadir J bukan karena baku tembak. Mereka menemukan bekas luka sayatan, lebam, dan jari tangan patah pada tubuh korban.

Merespons hal itu, Kapolri membentu Timsus yang bekerja mendalami dan mengusut tuntas kasus yang ada secara cepat dan profesional. Kapolri juga berjanji akan menyampaikan hasil kerja Timsus secara transparan kepada publik. [AIKaffa]

Keterangan gambar: Irjen Ferdy Sambo tersangka pembunuhan Brigadir J. (Foto: JawaPos.com)

- Advertisement -
spot_imgspot_imgspot_img
Editor: ICOOL
Editor: ICOOL
syaikhul.im82@gmail.com

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest Articles