48 Tahun MUI, Lahirkan 50 Ribu Fatwa, Jaga Kesatuan Bangsa

0
4
Pimpinan MUI mengenakan aneka pakaian adat nusantara yang melambangkan keberagaman saat acara Tasyakur Milad 48 Tahun MUI. (foto: dok.MUI)

Jakarta, KLIKMU.CO – Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Marsudi Syuhud mengungkapkan, memasuki usianya yang ke-48 tahun, MUI telah menghasilkan lebih dari 50.000 fatwa. Demikian disampaikan oleh Marsudi data berpidato dalam puncak acara Milad MUI di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Rabu (26/7/23).
Dijelaskan oleh Marsudi, MUI telah mengeluarkan fatwanya untuk berbagai bidang kehidupan umat dan bangsa, misalnya bidang keyakinan dan aliran keagamaan sebanyak 19 fatwa, kemudian terkait bidang ibadah 50 fatwa. “Termasuk fatwa tentang penyelenggaraan sholat berjamaah di masa pandemi,” ucapnya.
Untuk bidang sosial budaya, dikeluarkan 50 fatwa. “Dan di bidang produksi makanan, obat-obatan, kosmetik, ilmu pengetahuan dan tekonologi, komisi fatwa telah menetapkan lebih dari 50.000 fatwa,” katanya. Produk fatwa MUI tersebut merupakan salah satu bentuk legacy, sebagai amal ibadah yang diberikan kepada seluruh bangsa Indonesia.
Sementara itu Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI Pusat, Zainut Tauhid Sa’adi, mengatakan, memasuki usia ke-48 tahun, MUI menunjukan kematangannya dalam memberikan kontribusi dan perkhidmatan kepada umat dan bangsa. Menurut Zainut, MUI telah banyak melahirkan karya besar yang sudah dirasakan masyarakat baik dalam bentuk rintisan seperti perbankan dan lembaga keuangan syariah, sertifikasi halal untuk pangan dan barang gunaan, inisiasi lahirnya peraturan perundang-undangan seperti UU Pornografi, UU Pengelolaan Zakat, UU Perbankan Syariah, UU Jaminan Produk Halal dan masih banyak UU lainnya.
Menurut Zainut kedepannya MUI harus lebih memperkuat perannya sebagai khadimul ummah (pelayan masyarakat) dan shadiqul hukumah (mitra Pemerintah) agar kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara terus berjalan dengan penuh harmoni, aman, tentram dan berkeadilan. Zainut mengatakan MUI harus menjadi perekat persatuan dan persaudaraan bagi seluruh bangsa Indonesia. Baik persaudaraan interen umat beragama, antar umat beragama maupun antara umat beragama dengan Pemerintah.
MUI pun dihadapkan pada berbagai tantangan kedepannya terutama menjelang tahun politik. Zainut mengatakan dalam waktu dekat MUI juga harus bisa menjadi pemandu umat dalam memasuki tahun politik, agar umat dapat melaksanakan hak konstitusionalnya dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab.
“Pemilu adalah agenda nasional yang harus disukseskan oleh semua pihak. Untuk itu harus dilaksanakan dengan prinsip langsung, umum, bebas dan rahasia agar berjalan dengan tertib, aman, lancar dan menghasilkan pemimpin nasional yang jujur, amanah, adil, cerdas dan mampu menunaikan tugas untuk membawa kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya.(mhd)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini