Abdul Mu’ti: Jadikan Halalbihalal sebagai Momentum Bangun Spirit Baru

0
87
Prof Abdul Mu'ti memberikan tausiah di acara Halalbihalal Guru dan Karyawan Muhammadiyah Se-Kota Surabaya. (Muhammad Zarkasi/KLIKMU.CO)

KLIKMU.CO – Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya dan Majelis Dikdasmen Kota Surabaya mengadakan halalbihalal guru dan karyawan Muhammadiyah se-Kota Surabaya, Rabu (2/6/2021). Halalbihalal yang dituanrumahi SMA Muhammadiyah 2 Surabaya ini menghadirkan Prof Dr Abdul Mu’ti Med.

Sebelum pemaparan materi, acara diisi oleh Ketua Majelis Dikdasmen Kota Surabaya Dr H.M. Ridwan serta Ketua PD Muhammadiyah Kota Surabaya K.H. Dr Mahsun Jayadi MAg.

“Surabaya Kota Pahlawan, banyak bangunan bersejarah. Tiba saatnya hari Lebaran, mohon maafkan khilaf dan salah.” Abdul Mu’ti membuka tausiahnya dengan pantun.

Di depan para guru dan karyawan Muhammadiyah se-Surabaya secara daring, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah itu menjelaskan, meski kegiatan halalbihalal adalah tradisi, kegiatan ini adalah ajang dalam mengaktualisasi ajaran Islam. “Silaturahim adalah ajaran yang sangat dianjurkan dalam Islam,” ujarnya.

Guru besar UIN Syarif Hidayatullah itu mengutip dua hadits tentang pentingnya silaturahim. Hadits pertama adalah tentang ganjaran orang yang menyambung silaturahim. “Hadits kedua justru menjelaskan bahwa Rasulullah tidak menemui dua golongan di surga, pertama orang yang memutus silaturahim dan yang kedua orang yang tidak berbuat baik kepada tetangganya,” imbuhnya.

Abdul Mu’ti menambahkan, silaturahim sebenarnya tidak hanya berlangsung di momen Idul Fitri, tapi seharusnya dilakukan sepanjang waktu. “Halalbihalal hanya salah satu momen tradisi yang memberikan kita keleluasaan untuk bersilaturahim lebih daripada hari-hari yang lain,” paparnya.

Di akhir tausiahnya, penulis buku Beragama yang Mencerahkan ini berpesan kepada guru dan karyawan agar menjadikan momen Idul Fitri ini sebagai tonggak hadirnya spirit baru. Menurutnya, ada dua spirit yang harus ditata ulang, yaitu spiritual refresing (semangat kejiwaan yang baru) dan social refreshing (semangat bersosialisasi yang baru).

“Salah satu contohnya adalah bagaimana rasa cinta kita kepada siswa kita, kasih sayang kita kepada murid kita. Meski sulit karena kondisi pandemi, tetap harus kita lakukan dalam kondisi apapun itu,” jelas tokoh asal Kudus tersebut.  (Muhammad Zarkasi/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here