Abdul Mu’ti: Kunjungan Utusan LGBT Amerika Serikat ke Indonesia Hanya Bikin Gaduh

0
236
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti. (iNews)

Jakarta, KLIKMU.CO – Sejumlah pihak menilai rencana kunjungan Jessica Stern ke Indonesia hanya akan menimbulkan masalah, baik sosial, keagamaan, maupun politik. Salah satunya seperti yang disampaikan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Prof Dr Abdul Mu’ti MEd.

Dalam situasi sekarang ini, lanjut tokoh asal Kudus, Jawa Tengah, tersebut, kunjungan Jessica Stern sudah pasti akan menimbulkan kegaduhan dan potensi perpecahan kelompok yang pro dan kontra terhadap LGBT (lesbian, gay, biseksual, transgender).

“Kalau alasannya adalah untuk membela HAM, sebenarnya ada masalah HAM yang sudah jelas-jelas terjadi di Palestina. Tetapi, Amerika Serikat hanya diam seribu bahasa,” kata Abdul Mu’ti di laman Facebook-nya, Jumat (2/12/2022).

Mu’ti menjelaskan, perilaku LGBT jelas bertentangan dengan ajaran agama Islam dan Pancasila. Pasalnya, mayoritas bangsa Indonesia beragama Islam. Sila pertama Pancasila Ketuhanan Yang Maha Esa tegas menunjukkan bahwa Indonesia adalah bangsa yang religius.

Karena itu, dalam konteks tersebut, Jessica Stern dan pemerintah Amerika Serikat hendaknya menghormati Indonesia sebagai negara yang berdaulat dengan tidak memaksakan nilai-nilai yang bertentangan dengan moral dan kepribadian luhur bangsa Indonesia.

Mu’ti menambahkan, pemerintah Indonesia memiliki hubungan diplomatik dan bilateral yang baik dengan Amerika Serikat. Akan tetapi, demi kepentingan politik di dalam negeri, terutama untuk menjaga persatuan bangsa, pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri dapat menyampaikan keberatan dengan kehadiran Jessica Stern ke Indonesia.

“Dalam situasi di mana pemerintah Indonesia berusaha memulihkan ekonomi yang sulit akibat Covid-19 dan memasuki tahun politik 2024, bangsa Indonesia memerlukan situasi politik dalam negeri yang kondusif. Berbagai hal yang berpotensi menimbulkan polarisasi dan perpecahan di masyarakat harus dihindari,” terang guru besar UIN Jakarta tersebut.

Selama ini, pemerintah Indonesia menjalin kemitraan yang baik dengan Amerika Serikat. Misalnya dalam masalah Myanmar dan Afghanistan. Ormas Islam mendukung sikap dan program pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat untuk perlindungan dan pemberdayaan perempuan di Afghanistan.

“Tetapi, dalam hal LGBT umat Islam sudah jelas menolak. Pemerintah Amerika Serikat hendaknya memahami psikologi dan pandangan umat Islam Indonesia terhadap LGBT. Jangan sampai hubungan dan kerjasama yang selama ini sudah terbangun antara masyarakat Indonesia dan Amerika Serikat dalam bidang pendidikan, kebudayaan, dan kemanusiaan yang terjalin dengan baik menjadi rusak akibat kunjungan Jessica Stern ke Indonesia,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui, Jessica Stern merupakan Utusan Khusus Amerika Serikat untuk Hak LGBT. Dia direncanakan akan mengunjungi Indonesia pada 7-9 Desember mendatang.

Selain mengunjungi Indonesia, beberapa hari sebelumnya utusan khusus soal LGBTQ juga akan melawat ke Vietnam dan Filipina. 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini