Adakan Bimtek, LLHPB Aisyiyah Ikut Peduli Masalah Sampah di Sidoarjo

0
43
Peserta Bimbingan Teknis “Manajemen Pengelolaan Sampah di Lingkungan Aisyiyah”. (Lely/KLIKMU.CO)

KLIKMU.CO – Tumpukan sampah di Sidoarjo yang dikelola oleh pemkab kini semakin bertambah tiap tahun. Temuan itu disampaikan oleh Ketua Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) Pimpinan Daerah Aisyiyah Sidoarjo Dr Syamsuddukha Syahrorini ST MT.

“Karena itu, perlu dilakukan upaya pembentukan kesadaran bagi masyarakat Sidoarjo untuk bergerak bersama dalam mengelola sampah,” kata ketua pusat studi lingkungan di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo itu dalam Bimbingan Teknis Manajemen Pengelolahan Sampah di Lingkungan Aisyiyah di Smamda Sidoarjo, Rabu (3/7/2024).

Acara itu diikuti 100 peserta yang terdiri atas perwakilan LLHPB PD Aisyiyah se-Sidoarjo, guru TK ABA se-Sidoarjo, Ortom Nasyiatul Aisyiyah, IMM, dan IPM di tingkat daerah Sidoarjo.

Perwakilan DLHK Sidoarjo, Edi Sulaksono SE, sebagai pemateri 1 dalam acara itu turut menyatakan mengenai dampak dari timbunan sampah ini yang menyebabkan banjir. Misalnya di daerah Waru.

Permasalahan ini sejatinya telah dijelaskan dalam QS Al-A’raf ayat 56 yang artinya: “Janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah diatur dengan baik.”

Surat tersebut menjelaskan perintah Allah SWT untuk senantiasa menjaga dan mencintai lingkungan serta dilarang merusak bumi seperti permasalahan sampah.

”Lalu, dengan cara apa agar permasalahan sampah dan dampaknya dapat dikurangi? Yakni dengan melakukan pemilahan sampah dirumah karena sebenarnya sampah ini memiliki nilai ekonomis dan nilai jual apa bila kita dapat mengelolanya dengan benar. Seperti sampah basah yang dikumpulkan dan dikelola dengan benar dapat dijadikan kompos, lalu sampah kering yang dipisahkan dari sampah basah dan dikumpulkan bisa diberikan ke pemulung atau dijual,” kata Edi.

Dia menjelaskan, pengelolaan sampah dapat dilakukan melalui penerapan prinsip 3R, yaitu reuse (penggunaan kembali sampah secara langsung, baik untuk fungsi yang sama maupun fungsi lain); reduce (pengurangan segala sesuatu yang menyebabkan timbulnya sampah, seperti membawa kantong belanja atau botol tumble sendiri); dan recycle (daur ulang sampah menjadi produk baru setelah mengalami proses pengelolaan seperti kompos dari sampah organik).

Oleh sebab itu, pengelolaan sampah ini butuh perhatian khusus agar masyarakat mampu menyadari solusi pengurangan sampah. Dengan mendampingi pengelolaan dan pemrosesan sampah melalui bimtek para kader lingkungan agar dapat memberikan contoh pengelolaan sampah yang benar dan dapat ditiru oleh masyarakat.

“Pengurangan sampah adalah hal wajib yang harus dilakukan oleh semua orang, termasuk masyarakat Sidoarjo. Maka dari itu pengetahuan mengenai pemilahan sampah organik dan sampah anorganik, serta pengelolaannya menjadi sesuatu yang ekonomis perlu dipahami dan diterapkan, sehingga dapat mengurangi jumlah sampah

“Bagaimana cara agar sampah organik dapat cepat terurai menjadi kompos? Pertanyaan itu dilontarkan satu peserta bimtek.

Menanggapi pertanyaan itu, Edi mengatakan, sampah organik dalam poses pengelolaan memang agak lama dan cepat tidaknya sampah ini dapat terurai melihat kondisi dan bila ia terlalu kering dapat dikasih air biasa, lalu dibiarkan.

“Atau kalau ingin sampah organik lebih cepat terurai dapat memberikan air sisa cuci beras, lalu tong sampahnya ditutup rapat,” tuturnya.

Dalam bimbingan teknis ini, para peserta juga diajak untuk praktek membuat ecoenzyme dan sabun ramah lingkungan berbahan dasar sampah organik dari rumah tangga untuk meminimalkan sampah dan mengajari pengelolaan sampah yang bernilai ekonomi.

Sementara itu, Gemi Pujiati SPd dari PCA Tarik sebagai pemateri 2 menjelaskan, melalui pembuatan ecoenzyme memerlukan waktu tiga bulan di iklim tropis. Pembuatan ecoenzyme berasal dari cairan alami sisa buah, sayur, dan air yang berdampak dapat mengurangi pembuangan sampah sintetis dan meminimalkan bau busuk timbunan sampah.

Ecoenzyme ini kemudian dibuat menjadi sabun ramah lingkungan dengan fermentasi minimal enam bulan dan dapat ditambahkan aroma-aroma jeruk untuk menghasilkan wangi harum. Hasil sabun dapat bermanfaat untuk membersihkan kloset dan mengharumkan kaca mobil,” ungkapnya.

(Lely/Dian/AS)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini