Akademi Mubaligh Muhammadiyah Resmi Dibuka oleh Wakil Ketua PWM Jawa Timur

0
62
Secara simbolis Wakil Ketua PWM Jawa Timur Prof Dr Ir Sasmito Djati (kemeja hitam) menyematkan cenderamata tanda dibukanya Akademi Mubaligh Muhammadiyah bersama Jajaran PWM Jawa Timur dan PDM Lamongan. (Roissudin/KLIKMU.CO)

Lamongan, KLIKMU.CO – Akademi Mubaligh Muhammadiyah (AMM) resmi dibuka pada Jumat (7/6/2024). Pelatihan mubaligh tersebut digelar oleh Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur.

Acara yang berlangsung di Auditorium Budi Utomo Universitas Muhammadiyah Lamongan (Umla) itu dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua PWM Jatim Prof Dr Ir Mochammad Sasmito Djati MS IPU ASEAN Eng.

Mengawali sambutannya, Prof Sasmito Djati memotivasi para dai muda untuk menjadi pembelajar sejati dengan meningkatkan kemampuan literasi keilmuan.

“Mubaligh Muhammadiyah harus terus mengasah dan upgrade ilmu dengan menyesuaikan kebutuhan dan problem di lapangan serta sesuai perkembangan zaman,” katanya.

Prof Sasmito melanjutkan, setiap muslim berkewajiban menyampaikan dakwah dalam kebaikan kepada umat.

“Bagi mubaligh profesional sudah menjadi tanggung jawab menyampaikan amar makruf nahi mungkar, sedangkan yang bukan mubaligh menyampaikan pesan dakwah sesuai dengan keahliannya masing-masing,” sambung guru besar Universitas Brawijaya tersebut.

“Semoga kegiatan ini menjadi bermanfaat dan mencerahkan umat dan lahirlah mubaligh-mubaligh Muhammadiyah di seluruh penjuru Indonesia,” tandasnya.

Atasi Kurangnya Mubaligh Muhammadiyah

Sementara itu, di tempat yang sama, Ketua Majelis Tabligh PWM Jawa Timur Abdul Basith LC MPdI menjelaskan, Akademi Mubaligh Muhammadiyah (AMM) hadir untuk menawarkan solusi permasalahan di masyarakat akan akan kurangnya mubaligh Muhammadiyah.

“Program ini sebagai langkah konkret Majelis Tabligh PWM dan langkah awal sebagai ikhtiar kita bersama,” ujarnya.

Lebih lanjut, program AMM ini diharapkan menjadi embrio yang secara berkelanjutan melalui Korps Mubaligh Muhammadiyah Jawa Timur secara berjenjang untuk mendapatkan ijazah.

“Sebelum dikeluarkan ijazah, ada tugas dakwah ke daerah-daerah dengan pendampingan berkala dari instruktur yang sudah ditunjuk,” tegasnya.

Acara perdana AMM ini diikuti sekitar 32 peserta dari utusan Kabupaten Gresik, Kabupaten Tuban, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Mojokerto, dan Kota Mojokerto.

Hadir sejumlah tokoh penting. Di antaranya Rektor Umla Prof Dr Aziz Alimul Hidayah yang turut mengapresiasi kegiatan AMM ini.

“Alhamdulillah, Majelis Tabligh PWM Jawa Timur memercayakan pembukaan pelatihan mubaligh ini diadakan di Lamongan. Kami bangga akan lahir mubaligh-mubaligh muda di masa mendatang,” tuturnya.

Prof Aziz menjelaskan, digelarnya AMM ini menjadi motivasi Umla dalam meningkatkan sarana penunjang kegiatan sebagai peluang untuk mendirikan jurusan dakwah atau bahkan di Lamongan ada Perguruan Tinggi Ulama Tarjih.

“Semoga Umla menjadi salah satu AUM yang dapat melahirkan para mubaligh dan bisa mendukung program-program Majelis Tabligh PWM Jawa Timur,” tandasnya.

Kegiatan ini dihadiri pula oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan, perwakilan Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan, perwakilan Badan Pelaksanaan Harian (BPH) Umla, dan Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Lamongan.

Hadir sebagai pemateri Wakil Ketua PWM Jawa Timur Dr Muhammad Sholihin Fanani MPSDM dan Ketua Majelis Pustaka, Informasi, dan Digitalisasi PWM Jawa Timur Dr Aribowo MSi.

(Rossiudin/Muri/AS)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini