Akademisi UMM: Pembangunan Smelter di Papua Perlu Kajian Menyeluruh

0
12
Lokasi tambang PT Freeport-McMoran di operasi tambang Grassberg, Papua (Dok: Voa Indonesia)

Malang, KLIKMU.CO – Wacana pendirian smelter atau industri pemurnian hasil olahan PT Freeport Indonesia (PTFI) untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang signifikan terus berdengung.

Havidz Ageng Prakoso SIP MA, dosen Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), menyampaikan, meski digadang-gadang menjadi salah satu jalan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitarnya, pembangunan smelter ini juga perlu diimbangi beberapa pemahaman. Salah satunya adalah kesadaran akan efek yang akan muncul.

“Kesadaran terkait aktivitas pertambangan dari hulu sampai hilir akan selalu meninggalkan sisi positif dan negatif, tergantung perspektif masing-masing terkait ini. Hal tersebut harus dikaji secara menyeluruh,” ujarnya pada Senin (4/12).

Ageng menjelaskan bahwa ada berbagai manfaat yang akan didapatkan jika smelter Papua ini terealisasi. Salah satunya sebagai kompensasi pemerintah pusat terhadap ketimpangan pembangunan antara pusat dan daerah serta meminimalkan isu ketidakmerataan.

Sejak berdirinya Indonesia sebagai negara kesatuan, ini menjadi isu yang cukup sentral bahkan menjadi isu internasional yang dibawa oleh para aktivis.

“Di sinilah peran pemerintah dipertaruhkan dalam mengakomodasi keinginan, kebutuhan, dan tuntutan dari masyarakat Papua dan Papua Barat. Meskipun tentu akan selalu menimbulkan pro-kontra dari berbagai pihak,” tambahnya.

Ageng menambahkan, dalam perspektif global, wacana pembangunan smelter ini memiliki kesesuaian dengan program sustainable development goals (SDG’s). Terutama jika dinilai dari beberapa nilai yang sejalan, seperti pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, inovasi dan infrastruktur, berkurangnya kesenjangan, serta kemitraan untuk mencapai tujuan.

Proses panjang tuntutan pembangunan smelter di Papua telah dikaji secara intensif. Pada tahun 2021 lalu menjadi tahap awal sinyal positif terhadap rencana pembangunan smelter di wilayah Papua. Pemerintah pusat telah merumuskan perencanaan pembangunan antar stakeholder, baik dari PTFI maupun dengan BUMN.

“Saya yakin dalam setiap pembangunan yang dilakukan pemerintah selalu memiliki banyak pertimbangan atas apa yang akan terjadi ke depannya,” ujar Ageng.

“Semoga saja pembangunan smelter Papua mampu memberikan kontribusi yang positif, tidak hanya bagi pemerintah, tetapi juga bagi masyarakat lokal. Apalagi mereka yang berhadapan dan merasakan langsugn aktivitas smelter. Harapannya, langkah ini mampu meminimalkan konflik yang terjadi. Baik konflik horizontal maupun vertikal serta konflik terhadap lingkungan,” pungkasnya.

(Wildan/AS)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini