Alhamdulillah, Para Nakes Mulai Terima Insentif yang Menunggak Berbulan-bulan

0
119
Para tenaga kesehatan RS Wisma Atlet. (Kompas.com)

KLIKMU.CO – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah selesai membayar tunggakan insentif tahun 2020 bagi relawan RSDC Wisma Atlet sebesar Rp 11,8 miliar untuk 1.613 tenaga relawan pada 6 dan 10 Mei 2021.

Hal itu disampaikan Plt Kepala Badan PPSDM Kesehatan Kementerian Kesehatan RI Kirana Pritasari dalam keterangan pers update insentif tenaga kesehatan dalam penanganan Covid-19, Selasa (11/5/2021).

Menurut Kirana, tunggakan tersebut merupakan pembayaran insentif untuk bulan Desember 2020 yang tidak dapat diberikan pada tahun yang sama dan akan dibayarkan pada tahun 2021.

Sementara untuk pembayaran insentif tahun 2021, Badan PPSDM telah membayarkan untuk bulan Januari hingga Maret dengan cara transfer mandiri ke rekening nakes. Sedangkan insentif untuk bulan April masih dalam proses pengajuan SPM.

“Teman-teman RSDC juga sudah tepat waktu mengajukan untuk Januari, Februari, dan Maret. Pembayarannya dibayarkan langsung ke para tenaga kesehatan,” kata Kirana.

Yogaditya, salah seorang perawat yang bertugas sebagai relawan RSDC Wisma Atlet sejak awal beroperasinya RS, membenarkan bahwa tunggakan insentif tahun 2020 telah cair per 10 Mei 2021. Termasuk insentif untuk bulan Januari tahap 1, Maret, dan April tahun 2021.

“Terima kasih banyak atas apresiasi insentif yang diberikan kepada kami,” kata Yoga.

Selain tunggakan bagi para relawan, Kirana menyebutkan bahwa Kementerian Kesehatan juga tengah mempercepat pembayaran tunggakan insentif tahun 2020 kepada seluruh tenaga kesehatan yang bertugas di faskes yang menjadi tanggung jawab Kementerian Kesehatan.

“Kami masih memiliki tanggungjawab untuk menyampaikan data untuk direview BPKP sebesar Rp 382 miliar. Sebagian datanya sudah diproses oleh BPKP, sehingga 1-2 hari pascalibur kami harapkan sudah disetujui BPKP sehingga kami proses pembayarannya,” katanya.

Mengadopsi sistem yang baru ini, ditargetkan pembayaran insentif akan rampung dalam kurun waktu 1 minggu setelah libur Lebaran.

Kirana kembali mengingatkan akurasi data akan sangat menentukan kecepatan pembayaran insentif. Sebab, apabila terjadi perbedaan dengan tahun sebelumnya, proses pembayaran membutuhkan waktu yang lama karena perlu dilakukan verifikasi kembali.

“Kemenkes terus memantau apakah pembukaan rekening baru relawan telah terealisasikan atau belum,” tuturnya.

Pihaknya juga menegaskan bahwa ke depan kemungkinan proses pembayaran insentif akan dilakukan rutin per bulan. Faskes diminta untuk dapat mengajukan usulan tepat waktu sehingga jumlah yang diinput di aplikasi tidak menumpuk.

“Jangan menunggu Mei-Juni baru diajukan di Bulan Juli, jadi kalau bisa insentif Juni diajukan Mei, Juli diajukan Juni. Supaya kami bisa secara rutin membayarkannya, tidak dikumpulkan beberapa bulan baru diajukan,” pesannya. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here