Allah Ciptakan Alam dan Isinya untuk Mencukupi Seluruh Kebutuhan Manusia, Bukan Memenuhi Seorang Manusia

0
78
Ustadz Nur Cholis Huda mengisi materi di Masjid At Taqwa Pogot Surabaya. (Habibie/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – “Sebagai hamba Allah, manusia diperintahkan untuk berpikir tentang makhluk Allah jangan berpikir tentang zat Allah.”

Demikian disampaikan Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur Ustadz Nur Cholis Huda MSi dalam pengajian rutin Shubuh Reboan di Masjid At Taqwa Pogot Jln Pogot 1-3 Kenjeran Surabaya, Rabu (24/11/2021).

Ustadz Nur Cholis menjelaskan tentang memikirkan ciptaan Allah agar mengetahui tanda kekuasaannya. “Kekuasaan Allah itu terhampar di alam semesta ditunjukkan melalui makhluk ciptaan-Nya. Karena itu orang yang ingin mengetahui kekuasaan Allah hendaklah dia berpikir tentang makhluk ciptaan-Nya, baik yang ada di alam semesta maupun dalam diri manusia,” katanya.

“Apakah mereka tidak memperhatikan bentuk unta bagaimana dia diciptakan dan bagaimana langit ditinggikan dan bukit bagaimana ditegakkan dan bumi bagaimana dihamparkan. Maka ingatkanlah, sesungguhnya tugas utamamu hanya mengingatkan,” ucapnya sambil menyitir firman Allah itu.

Menurutnya, Allah memerintahkan kita memperhatikan apa yang ada di sekeliling kita, unta, langit, gunung, dan bumi. “Di langit ada banyak benda langit. Tidak ada penyangga bergerak pada orbitnya, tidak saling bertabrakan. Orang yang bersih hatinya akan mengakui bahwa semua tidak berjalan sendiri, tetapi ada yang mengatur,” ujarnya.

“Dan perhatikan gunung bagaimana dia ditegakkan, gunung kokoh tidak tergoyahkan. Andaikan tidak ada gunung akan banyak bencana karena terpaan angin,” tuturnya.

Masih menurut Ustadz Nur Cholis, kita manusia juga harus memperhatikan bumi bagaimana dihamparkan. “Hamparan bumi yang baik membuat kita tidak merasakan kalau bergerak dan bentuknya bulat Allah juga menunjukkan tanda kebesaran-Nya lewat diri kita dan juga lewat alam semesta,” tambahnya.

Di alam semesta, lanjut dia, banyak sekali bukti kebesaran Allah. Misalnya di laut ada jutaan jenis makhluk mulai ikan teri yang sangat kecil sampai ikan paus yang besar. Masing-masing hidup dengan penuh kecukupan, tapi tangan manusia yang kemudian merusak harmonisasi itu.

“Manusia diberi Allah untuk mengelola bumi ini, tapi ada manusia yang mengelola dengan serakah. Maka hancurlah alam yang seimbang itu. Alam dan isinya disiapkan untuk mencukupi semua kebutuhan manusia, tetapi alam dan isinya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan seorang manusia,” tandasnya. (Habibie/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here