Antusiasme Tinggi, Wali Kota Eri Akan Jadikan Karnaval Nang Keputih Agenda Tahunan

0
70
SD Muhammadiyah 26 menampilkan kapal laut dalam Karnaval Neng Keputih. (Shinta Karlina/KLIKMU.CO)

Surabaya, KLIKMU.CO – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berkolaborasi dengan Kelurahan Keputih dan SD Muhammadiyah 26 Surabaya mengadakan event akbar Karnaval Nang Keputih di sepanjang Jalan Arif Rahman Hakim, Ahad (27/8).

Setelah selama beberapa tahun terakhir vakum akibat pandemi Covid-19, karnaval kali ini mampu menarik minat ribuan pengunjung. Karnaval Neng Keputih ini start dari Universitas Hang Tuah RSGM dan berakhir di Keluahan Keputih.

Acara yang dibuka pukul 14.00-21.00 WIB itu menyuguhkan penampilan menarik. Seperti pagelaran musik dengan tarian budaya mulai remo, tari dolanan, guestar ibu kota, permainan tradisional, fashion show, wisata kuliner, lomba foto, dan UMKM.

“Ini baru pertama kita lakukan. Insya Allah akan menjadi agenda tahunan dari Pemkot Surabaya dengan melibatkan para warga di sekitar wilayah Keputih, Sukolilo,” kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

Sebab, menurutnya, kegiatan Karnaval Nang Keputih mampu mengenalkan ragam kesenian budaya dan motif batik. Juga makanan khas Kota Surabaya dengan hasil karya UMKM Kota Pahlawan, khususnya wilayah Keputih dan sekitarnya.

Bahkan, para pengunjung yang hadir juga ikut mengenakan pakaian adat budaya Indonesia, busana batik atau produk lokal UMKM.  

“Bangga betul dengan arek Suroboyo beserta tamu undangan yang hadir menggunakan beragam batik Suroboyo dan ragam khas pakaian adat yang ada di Indonesia dengan hiasan armada kendaraan yang dihias dengan keberagamannya,” ungkap Cak Eri, sapaan akrabnya.

Sementara itu, Ketua RW 03 Kelurahan Keputih Khilmi menyampaikan terima kasihnya kepada para tamu undangan dan masyarakat serta siswa-siswi dan guru SD Muhammadiyah 26 Surabaya yang telah terlibat dalam kegiatan Karnaval Nang Keputih.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat membuka kegiatan Karnaval Neng Keputih. (Shinta Karlina/KLIKMU.CO)

Kepala SD Muhammadiyah 26 Surabaya Yunita Puspitasari menyampaikan, pihaknya menampilkan kapal laut yang mempunyai beberapa filosofi, mulai kapal laut harus tetap kokoh di tengah terjangan gelombang. Artinya, berlayar dengan menggunakan kapal laut tidaklah semulus mengendarai mobil di jalanan aspal.

Lebih lanjut Yunita menjelaskan, tantangan utama biasanya terletak pada keberadaan gelombang tinggi yang siap menerjang siapa pun. Bahkan tak jarang banyak kapal yang terancam hilang karena tergulung oleh besarnya ombak.

Keberadaan ombak dan kapal laut tersebut selayaknya keberadaan manusia dan masalah. Dalam mengarungi kehidupan tentu akan selalu ada masalah yang menyertai. Itulah mengapa perlu ketenangan dan kebijaksanaan dalam menyelesaikan segala permasalahan dengan baik dan manusia adalah nakhoda saat berlayar.

“Hal pertama yang harus dipahami adalah mengenai keberadaan nakohda di setiap kapal laut. Tidak ada kapal laut yang dapat berjalan dengan baik tanpa adanya nakhoda di dalamnya. Karena merekalah yang membawa kapal tersebut mengarungi lautan luas. Selayaknya kehidupan, manusialah yang menjadi nakhoda dalam setiap perjalanan. Manusialah yang harus mampu menentukan arah hidup, dengan segala konsekuensi dan tantangan yang ada di dalamnya. Jika mampu menjalaninya dengan baik, kebaikan pun akan turut mengikuti,” pungkasnya. (Shinta Karlina/AS)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini