Apresiasi Sistem Vaksinasi, Wali Kota Juga Beri Nama Kursi Cerdas Disabilitas UMSurabaya

0
106
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat memberi nama kursi cerdas disabilitas UMSurabaya. (Dok UMSurabaya/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Acara vaksinasi dengan model Layanan Tanpa Turun (Lantatur) atau Drive Thru di Univesitas Muhammadiyah Surabaya (UMSurabaya) dihadiri oleh Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya. Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Eri disambut oleh Rektor dan para mahasiswa difabel UMSurabaya.

Selain meninjau pelaksanaan vaksinasi, UMSurabaya melalui Unit Layanan Disabilitas (ULD) memperkenalkan sebuah kursi cerdas untuk para mahasiswa difabel. Bahkan, saat itu Wali Kota Eri diminta oleh Rektor UMSurabaya untuk memberikan sebutan atau nama produk.

“Apresiasi setingginya kepada UMSurabaya yang telah memperhatikan temen-temen disabilitas. Kita kasih nama Es-Cede ya, agar mudah diingat,” ujar Eri dalam sesi kunjungan ke beberapa pos Vaksinasi UMSurabaya.

Selain memberikan nama produk, Eri juga secara langsung membuka kesempatan kepada dua orang disabilitas alumnus UMSurabaya untuk bisa menjadi pekerja di unit kerja dibawah Pemerintah Kota Surabaya.

Sementara itu, Rektor UMSurabaya Sukadiono mengungkapkan rasa terima kasih atas apresiasi dan support pemerintah kota Surabaya atas kelancaran proses vaksinasi. Selain itu, ia juga apresiasi atas komitmen wali kota untuk menjadikan kota Surabaya ramah difabel dengan berbagai kebijakannya yang visioner.

“Terima kasih pak Eri atas support yang diberikan. Kami berkomitmen untuk selalu bisa berkolaborasi dengan pemerintah kota. Salah satunya komitmen pemerintah kota terhadap pendidikan inklusi.” ujar Sukadiono

Kursi cerdas yang diberi nama Es-Cede ini merupakan produk modifikasi dan mendapatkan support dari Kemendikbudristek melalui program bantuan dana inovasi pembelajaran dan teknologi bantu (teknologi asistif) untuk mahasiswa berkebutuhan khusus. Kursi tersebut rencananya akan diproduksi untuk para mahasiswa disabilitas, terutama tuna daksa.

Kursi tersebut secara otomatis bisa maju-mundur, ada alat pengontrol kecepatan dan menggunakan bateri listrik. Selain digunakan di outdoor, alat tersebut bisa digunakan indoor di ruang kelas. Tergambar dibagian kemudi ada meja yang bisa dijadikan sebagai tempat menulis atau meja bagi laptop dan alat tulis lainnya. (RF)Konsistensi Guru SMP M10S Diuji

SMP Muhammdiyah 10 Surabaya melaksanakan simulasi resmi PTM terbatas selama lima (13-17/9/2021). Dalam kegiatan ini, tidak hanya anak didik yang harus mematuhi protokol kesehatan. Para Guru SMP berlokasi di jalan Sutorejo n0 98-100, Surabaya juga menjalankan prokes dengan ketat.

Dengan menggunakan dobel masker dan face shile, para guru menyambut para anak didik kelas 8 dihalaman sekolah. “Assalamualaikum, nak. Selamat datang dan selamat belajar ya,” sambut Ustad Imam, salah satu Guru SMP M10S menyapa para siswa yang datang.

Tak hanya memberi salam, para guru juga mengarahkan anak didik untuk masuk ke sekolah secara satu persatu dan berjarak. Kemudian, satu guru yang memberi petunjuk anak didik untuk cek suhu. Lalu, satu guru, mengawal dan menunggu siswa untuk cuci tangan sampai masuk kelas yang sudah ditentukan.

Selain memperhatikan prokes, saat guru mengajar di kelas, juga menghimbau para pelajar SMP berbranding Unggul Dalam Prestasi, Berkarakter Islami tidak boleh berbagi makanan atau minuman ketika jam istirahat.

“Selama PTM terbatas yang berlangsung dua jam ini, anak-anak jangan berbagi makanan atau minuman ya. Tujuannya supaya antara siswa tidak terjadi kontak fisik,” tutur Ustazah Anis Kurnia Rahma Wati, guru yang mengajar di kelas.

Kesigapan dan inisiatif guru kian terasa saat anak didik pulang sekolah. Uztadzah Maria Amriki, salah satu guru memberikan hand sanitizer kepada satu persatu siswa yang keluar kelas. Usai pelajaran selesai, guru tidak segan mengingatkan anak didik untuk kembali cuci tangan lagi sebelum meninggalkan lorong depan.

Ketika orang tua datang menjemput, guru memanggil siswa dan mengantarkan ke orang tua. Setelah siswa dipastikan naik motor dan meninggalkan sekolah dilakukan guru sekolahku.

Dengan Istiqomah yang dilakukan guruku, diharapkan tetap konsisten saat masa PTM terbatas. (Uztazah Anis/Humas SMP Muhammadiyah 10 Surabaya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here