Awas! Gelombang Covid India Bisa Terjadi di Mana Saja, Termasuk Indonesia

0
237
Ahmad Yurianto dalam diskusi interaktif MCCC Pimpinan Pusat Muhammadiyah di TVMU. (Tangkapan layar AS/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Ada tiga hal yang menjadi benang merah dalam penanganan Covid-19. Tiga benang merah itu juga berkaitan dengan kebijakan pemerintah.

Hal itu disampaikan Ahmad Yurianto dalam program diskusi interaktif MCCC Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang tayang di TVMU. Acara ini mengusung tema Tsunami Corona di India dan Usaha Indonesia Mencegah Serupa, Rabu (28/4/2021).

“Pertama, jika sekarang ini ditetapkan sebagai pandemi, artinya ini menjangkau seluruh penduduk bumi. Sehingga mau ke mana pun kita selama itu masih di bumi, masih ada kemungkinan terinfeksi penyakit ini (Covid-19, Red),” ujarnya.

“Jangan merasa aman dengan Covid-19, kecuali Anda pindah ke bulan atau Mars!” candanya.

Kedua, virus SARS-CoV-2 adalah penyakit menular. Karena itu, perlu dipahami bahwa faktor pembawanya adalah manusia. “Ada tiga langkah pokok untuk mengatasinya. Isolasi sumber penularan, turunkan kerentanan semua orang, dan lakukan pencegahan,” paparnya.

Benang merah ketiga adalah penyakit ini bisa dicegah. Salah satu caranya dengan diberlakukan kebijakan-kebijakan. Misalnya, protokol kesehatan yang baik dan benar.

Yuri lantas menyinggung fenomena Covid yang merajalela di India belakangan ini yang menewaskan ratusan ribu penduduk. Yuri menilai bahwa India kurang begitu berhasil dalam mengatasi sumber penularannya. Di samping itu, mereka juga tidak berhasil mengurangi kerentanan.

“Mereka mengklaim tidak perlu lagi ada protokol kesehatan dengan segala kegiatan seperti biasa yang mulai kembali,” paparnya.

Namun, Yuri mengingatkan bahwa masalah ini tidak hanya terjadi di India. Di Eropa, Iran, beberapa tempat lainnya, bahkan di Indonesia, juga menunjukkan hal yang sama. Bahkan, Indonesia juga ada proyeksi-proyeksi kecil, misalnya setelah libur Lebaran, Idul Adha, dan hari Paskah kemarin ada peningkatan jumlah kasus. “Di kita, proyeksi kecil itu sebenarnya ada,” katanya.

“Ini memang karena kegagalan kita untuk mengisolasi sumber dan kedua kegagalan kita menurunkan kerentanan,” lanjut Yuri.

Yuri memamahi bahwa mengisolasi sumber penyakit itu tidaklah mudah. Sebab, sebagian besar sumber penular adalah orang yang terinfeksi, tapi tidak menunjukkan gejala.

Akibatnya, sumber penular itu merasa sehat. Orang di sekitarnya juga melihat dia sehat. “India saya pikir seperti itu. Dan ini bisa terjadi di mana saja. Dalam skala kecil, di kita sudah mulai kelihatan” komentarnya.

Yuri lantas menyarankan upaya pengendalian sumber, baik secara nasional maupun regional. Secara nasional, lanjut dia, perlu memperkuat pintu masuk negara dari kemungkinan datangnya faktor pembawa penyakit, yaitu orang yang berasal dari daerah dengan kasus yang tinggi.

“Sedangkan dari tingkat regional, perlu mengawasi kedatangan saudara-saudara kita dari daerah-daerah merah,” tandasnya. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here