Baitul Arqam Smamda Surabaya, Siswa Berdebat soal Ibadah yang Dikontenkan

0
49
Para siswa laki-laki saat praktik salat dalam kegiatan Baitul Arqam 1445 H, Selasa (26/3/2024). (Masitha Gemilang/KLIKMU.CO)

Surabaya, KLIKMU.CO – Baitul Arqam kelas x SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Surabaya sukses diikuti 402 siswa. Kegiatan bertajuk “Pribadi Hebat Menjaga Salat” ini dibagi menjadi dua sesi. Senin (25/3/2024) untuk para siswa perempuan dan Selasa (26/3/2024) untuk para siswa laki-laki.

Kepala SMA Muhammadiyah 2 Surabaya Astajab mengatakan, dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para siswa Smamda dapat menjalankan salat sesuai dengan ketentuan Rasulullah.

“Maka dalam acara ini, para siswa mendapatkan materi tentang salat,” katanya.

Narasumber dalam Baitul Arqam, Takziytun Nafsi El Hawa, memberikan peneguhan kepada para siswa bahwa salat merupakan kewajiban yang penting untuk dilakukan. Ia pun mengambil sepotong lirik yang ada di lagu karya Bimbo bahwa ‘oleh-oleh dari sembahyang adalah sinar wajah pancaran yang tak terumuskan oleh ilmu fisika. Hatimu sabar mulia, kaki seteguh kaki karang, dadamu mencakrawala, seluas arasy sembilan puluh sembilan’.

Dengan itu, menurutnya, salat merupakan perihal yang tidak patut untuk ditinggalkan.

Selain itu, para siswa diberi materi tata cara salat sesuai dengan ketentuan Rasulullah. Kemudian, para siswa praktik salat baik gerakan maupun bacaan sesuai yang tertera di panduan Himpunan Tarjih Muhammadiyah.

Para siswa perempuan saat mengikuti kegiatan Baitul Arqam 1445 H, Senin (25/3/2024). (Masitha Gemilang/KLIKMU.CO)

Dalam Baitul Arqam ini, para siswa tampak semangat. Pasalnya, acara dikemas dengan keseruan seperti diberi ice breaking dan membuat konten yang diunggah di aplikasi TikTok sehingga meski mereka puasa tidak lemas atau mengantuk. Tidak hanya itu, para siswa juga diajak berdebat dengan topik ‘ibadah yang dikontenkan’.

Benar saja, Hall Yusuf Mansyur, ruangan yang digunakan Baitul Arqam, terdengar riuh dan ramai dengan pendapat-pendapat mereka. Ada yang pro dan ada yang kontra. Mereka tampak berargumen dengan baik dan memberikan solusi yang konstruktif.

Setelah itu, Unun Setia Premita, pengajar mata pelajaran Tartil di Smamda, memberikan penguatan terkait materi tersebut.

“Maka sebaik mungkin menghindari melakukan ibadah dengan niat ingin dipandang atau ingin dipuji karena ibadahnya.” terangnya.

Sementara Nevia Riska Ramadhani, siswa kelas X.2 yang mengikuti Baitul Arqam, mengatakan, kegiatan ini sangat diperlukan karena ia mengatakan bahwa masih banyak yang salatnya asal-asalan, termasuk dirinya. Kesalahan-kesalahan dalam salat pun bisa diperbaiki di kegiatan ini. Selain itu, ia mengaku jika kegiatan ini seru dan melatih public speaking.

“Acaranya seru, jadi kita enjoy dalam belajar. Ada juga debat antarkelompok yang bisa meningkatkan public speaking dan melatih kita berpikir kritis,” kesannya.

Dengan kesuksesan acara ini, Baitul Arqam menjadi bukti bahwa Smamda tidak hanya mengutamakan pembelajaran normal, tetapi juga menyajikan suasana yang menyenangkan, penuh semangat, dan memberikan edukatif baik terkait salat maupun isu yang marak terjadi saat ini.

(Masitha Gemilang/AS)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini