Baitul Arqom AMM Gubeng Surabaya #2: Muhammadiyah Tidak Bermadzab, Namun Bermanhaj

0
819
Foto diambil dari dokumen panitia

KLIKMU.CO -;Baitul Arqom pada hari ke-2 dengan materi “Matan Keyakinan Cita-Cita Hidup dan Himpunan Putusan Tarjih”, Angkatan Muda Muhammadiyah Gubeng, Surabaya, menggelar acara di Masjid Baiturrahim, Senin (3/5/2021).

Wakil Ketua Bidang Pendidikan PCM Gubeng Ust Drs. Sulaiman, MA dalam sambutannya pada materi pertama mengatakan, Muhammadiyah adalah Gerakan Islam dan Dakwah Amar Ma’ruf Nahi Munkar, beraqidah Islam dan bersumber pada Al-qur’an dan sunnah, bercita-cita dan bekerja untuk terwujudnya masyarakat utama, adil, makmur yang diridhoi Allah SWT yang berasas islam.

“Kebaikan yang tidak diorganisir dengan baik akan kalah dengan kejahatan yang sudah terorganisir. Kader yang baik harus mempersiapkan dirinya secara keilmuan maupun pengalaman. Kesuksesan tersebut harus diraih tidak hanya dengan kerja keras, namun juga dengan kerja tuntas dan ikhlas”, imbuhnya.

Acara yang diikuti ortom se-Gubeng yaitu Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah, Pimpinan Cabanga Nasyiatul Aisyiah, dan Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Muhammadiyah dilanjutkan dengan sholat berjamaah Qiyamul Ramadhan.

Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur Ust Dikky Syadqomulloh M.HES, menyampaikan pada materi ke 2 bahwa “Muhammadiyah tidak bermadzab tetapi bermanhaj. Manhaj Muhammadiyah adalah Al-Quran dan As Sunnah. Muhammadiyah mampu terus menampilkan wajah Islam Berkemajuan yang berkonstribusi untuk membangun umat, bangsa, dan peradaban”.

Himpunan Putusan Tarjih layaknya kitab undang-undang. Putusan merupakan produk intelektual tertinggi Majelis Tarjih Muhammadiyah yang sifatnya resmi dan mengikat bagi internal. Lahirnya sebuah Putusan telah melalui Musyawarah Nasional Tarjih hingga kemudian ditanfidzkan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang penyusunannya berpedoman pada manhaj tarjih sesuai ideologi Muhammadiyah.

Ust Dikky juga berpesan kepada peserta Baitul Arqom AMM Gubeng, “Harapan saya follow up dari Baitul Arqom ini adalah AMM Gubeng harus mengadakan lebih banyak kajian-kajian, misal kajian kitab bulughul mahrom dan kajian kajian yang lebih luas dan lebih dalam lagi”, pungkasnya.( Mochammad Farid Syahrizal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here