Bantu Kursi Roda Jamaah yang Macet, Akhirnya Bisa Masuk Raudhah

0
27
Guru-guru SD Musix berkunjung ke kediaman Ir H Lukman Rahim. (Basirun/KLIKMU.CO)

KLIKMU.CO – Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Wonokromo (PCM) Lukman Rahim mengisahkan dirinya bisa masuk Raudhah setelah membantu kursi roda yang macet milik jamaah.

Kisah itu disampaikan ketika perwakilan guru dan karyawan SD Muhammadiyah 6 Gadung (SD Musix) Surabaya menyempatkan silaturahmi ke rumah Lukman Rahim yang baru saja pulang menunaikan ibadah haji, Selasa (8/7/2024).

Dengan senyum yang khas, Lukman menyambut kehadiran para guru SD Musix. Hidangan khas pulang haji tersaji di meja klasik terbuat dari kayu jati.

“Terima kasih telah berkunjung ke rumah kami,” sambut distributor plastik kemasan furnitur itu. Selanjutnya, dia banyak bercerita pengalaman selama menunaikan ibadah haji.

Menurut dia, masuk Raudhah di Masjid Nabawi menjadi idaman semua jamaah, tetapi ada ketentuan yang harus dipenuhi. Bisa secara kolektif, bisa juga secara mandiri.

“Tetapi kedua-duanya harus daftar secara online melalui aplikasi Nusuk,” ujarnya.

Menunggu secara kolektif, menurut Lukman, antrean masih cukup lama. Maka, dia memilih masuk secara mandiri mendaftar melalui aplikasi. Antrean yang didapat sekitar pukul 03.00 waktu Madinah.

Sambil menunggu giliran, dia memanfaatkan dengan istirahat dan beribadah di hotel. Setengah jam menjelang waktu antrean, dia sudah siap meninggalkan kamar turun dengan fasilitas lift.

Ketika keluar dari lift, ada seorang jamaah menggunakan kursi roda, tetapi roda tidak bisa berjalan. Dengan sigap Lukman mendekat untuk membantunya.

“Ini kenapa kursi rodanya, Bapak?” tanyanya sambil mengamati roda kursi.

“Saya juga tidak tahu, tiba-tiba kok macet,” jawab laki-laki itu.

Lukman berusaha membantu untuk memperbaiki, entah kenapa kok kursi itu rodanya tidak bergerak sama sekali. Berkali-kali diutak-atik, tetapi tetap tidak bergerak.

Saat itu dia baru sadar bahwa jadwal masih Raudhah hampir tiba waktunya. Dengan susah payah akhirnya berhasil dan rodanya bisa berfungsi.

“Alhamdulillah, sudah bisa, Bapak,” kata Lukman.

“Terima kasih,” balas jamaah itu.

Dengan tergesa-gera dia mempercepat langkahnya. Cukup dengan waktu 10 menit telah sampai di pintu masuk Raudhah.

Di pintu masuk sudah dipenuhi antrean panjang. Beberapa askar (polisi Arab Saudi) memeriksa aplikasi para pengunjung. Tapi, giliran ketua RT di kampungnya itu mau masuk, ditolak.

“Kenapa kok gak boleh, saya sudah ada izinnya?” katanya sambil menunjukkan aplikasinya. Dia baru sadar bahwa waktu berkunjung telah lewat.

Dia berusaha “merayu” askar untuk bisa masuk, tetapi tetap ditolak. Kemudian dia mencoba menceritakan kronologi keterlambatannya karena menolong seseorang, tetapi petugas itu tetap menolak.

Di tengah-tengah keputusasaan, dia melihat orang yang ditolongnya. Tanpa pikir panjang dia panggil orang itu dibawa mendekat askar.

“Tolong ceritakan kepada askar kalau tadi saya bantu perbaiki kursi roda Bapak,” pinta Lukman.

“Bagaimana ceritanya, saya tidak bisa berbahasa Arab?” sahut bapak itu.

“Sudah ngomong saja!” ujarnya.

Tanpa ragu-ragu, jamaah yang tidak diketahui namanya itu menceritakan yang dialami ketika keluar hotel hingga bertemu dengan Ketua PCM Wonokromo ini.

“Kamu Indonesia? Kamu boleh masuk!” seru askar yang semula menolak.

“Lho, kamu bisa berbahasa Indonesia,” kata Lukman spontan. Askar itu pun tersenyum.

Tanpa basa-basi dia langsung masuk Raudhah. Begitu masuk ruangan, suara azan Subuh berkumandang.

“Masya Allah, ya Allah kiranya ini jawaban yang Engkau berikan. Hambatan yang aku alami Engkau takdirkan aku bisa salat Subuh di tempat-Mu yang makbul ini,” gumamnya.

Selanjutnya dia panjatkan doa sepuas-puasnya setelah berjamaah salat Subuh.

Akhirnya, dia memberikan nasihat kepada para guru SD Musix yang hadir bahwa dirinya benar-benar bisa menyakini firman Allah SWT:

إِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرًا

Artinya: “Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.”

Mengakhiri silaturahmi, Kepala Sekolah SD Musix Munahar minta didoakan supaya para guru SD Musix bisa menunaikan ibadah haji dan SD Musix selalu mendapat tempat di hati masyarakat.

(Basirun/AS)

Guru-guru SD Musix berkunjung ke kediaman Ir H Lukman Rahim. (Basirun/KLIKMU.CO)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini