Bengkel Rinjani UMM Terus Lahirkan Mekanik Andal, Terampil, dan Religius

0
242
Sebanyak 17 mekanik Bengkel Rinjani Universitas Muhammadiyah Malang dikukuhkan usai mengikuti pelatihan dan pendidikan selama 10 bulan. (Rama/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Rinjani Skill Devolepment Center (RSDC) atau Bengkel Rinjani Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melakukan penutupan dan pengukuhan peserta diklat RSDC di Aula Bengkel Rinjani, Batu, Jumat (16/4/2021). Sebanyak 17 orang yang dikukuhkan setelah sebelumnya mengikuti pelatihan dan pendidikan selama 10 bulan. Pengukuhan ini menandai lahirnya mekanik handal, terampil dan juga religius.

Pengukuhan tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Rektor III Dr. Nur Subeki ST MT, Kepala Biro Administrasi Keuangan, Kepegawaian dan Umum Dr. Ahmad Juanda, AK., M.M., C.A dan juga Direktur Utama RSDC Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Eka Kadharpa Utama D SE MM beserta beberapa pejabat lainnya.

Pada kesempatan itu, Direktur Utama RSDC Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Eka Kadharpa Utama Dewayani mengatakan RSDC merupakan sebuah lembaga pelatihan kerja, lembaga sosial yang tidak dikomersilkan. Meskipun ada pengembangan-pengembangan yang lain atau kelas-kelas lain yang dikomersilkan, namun di RSDC ini tetap memiliki program tahunan yang diperuntukan khusus untuk dhuafa.

“Jadi, mereka ini sudah dilatih dan dididik selama 10 bulan, dengan kemasan kurikulum yang telah disesuaikan dengan perkembangan di dunia automotif. Tidak melulu dalam setiap angkatan dengan sajian kurikulum yang sama, disesuaikan dengan bagaimana perkembangan otomotif di sekitar kita,” kata Eka Kadharpa.

Selain itu, kurikulum juga disesuaikan dengan segmentasi dari peserta yang masuk atau diterima. Khusus peserta yang alumni jurusan otomotif, ada penyesuaian kurikulumnya. Kalau dari sekolah yang tidak dari jurusan otomotif, tentu juga ada penyesuaian kurikulumnya juga.

“Ke depannya, RSDC akan lebih banyak menerima yang dari panti asuhan, jadi yang diutamakan adalah panti asuhan, dan ini sudah menjadi arahan langsung dari Pak Rektor UMM Dr. Fauzan M.Pd,” katanya.

Menurut Eka Kadharpa, kegiatan peserta di RSDC tidak hanya belajar tentang dunia mesin atau otomotif saja, tapi juga belajar ilmu sosial dan juga ilmu agama. Hal Itu sudah tertuang dalam program yang ada pada diklat RSDC.

Oleh karena itu, ia juga berpesan kepada para peserta yang dikukuhkan untuk terus menyebarluaskan ilmunya, dan jangan sampai dipakai sendiri. “Silahkan disebarluaskan, jangan sampai pelit ilmunya.  Ke depan, apapun nasib anda, di dunia otomotif atau tidak, ini merupakan ilmu yang akan terus bermanfaat,” tegasnya.

Kepala Biro Administrasi Keuangan, Kepegawaian dan Umum Dr. Ahmad Juanda juga menyampaikan bahwa setiap bulannya, UMM mengalokasikan dana khusus untuk membina yang sifatnya tidak komersil, seperti program pelatih RSDC ini.

“Jadi, ada spirit dari UMM untuk mengalokasikan sebagian dananya untuk membina peserta diklat, visinya untuk memberi bekal kepada mereka. Semoga ini menjadi bagian dari amal dan perbuatan baik UMM untuk masyarakat,” kata Ahmad Juanda.

Sementara itu, Wakil Rektor III Dr. Nur Subeki ST MT menyampaikan selamat atas pengukuhan peserta diklat yang dinyatakan lulus semua pada angkatan XIII 2020-2021. Ia memastikan bahwa UMM dengan sungguh-sungguh selalu memulai dan menciptakan generasi-generasi yang percaya diri dan yakin tentang masa depan. “Semoga menjadi kader- kader yang cakap dan handal,” kata Subeki.

Menurutnya, UMM sebagai amal usaha pergerakan Muhammadiyah selalu konsen terhadap apa yang disampaikan KH Ahmad Dahlan, yaitu membantu kaum dhuafa. Oleh karena itu, ia menjelaskan terus memikirkan para kaum dhuafa dengan memberi wadah supaya mereka bisa mengembangankan skiil atau keterampilannya. “Jadi, Muhammadiyah terus bergerak dan menghindari supaya umat tidak menjadi kaum dhuafa,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa mekanik itu bekerja dalam bidang jasa, sehingga yang paling dibutuhkan dari orang jasa adalah kepercayaan. Makanya, ketika bekerja di bidang jasa, harus amanah, dan ketika melayani pelanggan harus jujur.

Ia mencontohkan ketika ada seseorang yang ganti oli, ternyata oleh mekaniknya hanya diisikan sebagian dan sebagiannnya lagi disimpan untuk kemudian dijual lagi. “Ini sudah merupakan prilaku yang tidak baik, saya yakin peserta RSDC tidak akan ada yang melakukan seperti itu, karena selama proses di diklat sudah di tanamkan nilai-nilai agama, belajar sholat, ngaji, baca Al-Quran, ceramah atau kultum. Ketika diklat tidak hanya mendapatkan skiill namun soft skiil juga, jiwa pribadi  Muhammadiyah sudah ditanamkan. Ini yang membedakan kalian dengan orang lain,” tegasnya.

Dedi Irawan, salah satu peserta diklat yang sudah dikukuhkan mengaku beruntung bisa belajar di RSDC ini, karena setelah mengikuti pelatihan ini, dia mengaku banyak mendapatkan skiil dan pengetahuan di dunia otomotif, khususunya tentang detailing mobil, perawatan interior dan eksterior.

“Tidak hanya itu, saya juga mendaptakan soft skil, ilmu sosial, kehidupan dan belajar agama, kemudian dari diklat ini saya belajar banyak tenang public speaking. Terimakasih banyak, tentu ini sangat berguna sekali bagi kehidupan saya ke depannya,” pungkas Dedi Irawan. (Rama/RF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here