Cegah Kebosanan Anak Didik, Five Days School Siapkan Enjoyfull Learning

0
284
Outdoor Learning jenjang kelas 1. (Tim Kreatif SDM29/KLIKMU.CO)

KLIKMU.CO – Sekolah pasca pandemi adalah momen bahagia sekaligus pekerjaan besar untuk SD Muhammadiyah 29 Five Days School. Setelah sekian bulan mengalami pembelajaran secara daring, kini harus 180 derajat berbalik, sigap berbenah dan beradaptasi dengan keadaan.

Titik lemahnya pembelajaran bukan pada saat gelombang Covid-19 kemarin, namun pada pasca pandemi. PR-nya adalah membangun sekaligus meningkatkan metode pembelajaran dan sesegera mungkin mengejar ketinggalan.

“Sekarang ini saatnya mendongkrak sekuat tenaga untuk membiasakan lagi kebiasaan lama yang tertunda selama dua tahun. Mencitrakan lagi “Inilah sekolah Full Day”. Sekolah yang benar-benar sekolah, tempat dan rumah ke-2 untuk menanamkan karakter keislaman kepada siswa,” kata Guru Mapel Bahasa Inggris SDM 29 Five Days School, Sri Purwani, S.S.

Menurutnya, bayang-bayang kebosanan siswa karena panjangnya durasi jam sekolah mendorong Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 29 Five Days School, Jatim, M.A untuk segera mengimprovisasi metode pembelajaran, yaitu dari metode konvensional ke metode Enjoyfull Learning.

Enjoyfull Learning adalah suasana pembelajaran yang menyenangkan dengan tujuan membangun antusiasme siswa untuk belajar tanpa perasaan tertekan. Sehingga siswa menjadi aktif saat belajar tanpa merasa kebosanan.

“Guru yang sebagai fasilitator dituntut sekreatif mungkin mendesign dan menyiapkan media pembelajaran. Selain itu, sisipan cerita moral, ice breaking, yel-yel kelas, nyanyian, belajar outdoor, dan lain-lain menjadi menu tambahan penting dalam Enjoyfull Learning tersebut,” ujarnya.

Guru juga tidak boleh terjebak dengan materi sisipan yang sama dalam jangka waktu tertentu. Selanjutnya, mencari referensi lain atau bahkan membuat materi sisipan lain minimal seminggu sekali. Cara seperti inilah yang membuat antusiame siswa meningkat, tanpa disadari siswa telah belajar melalui materi sisipan tersebut.

“Enjoyfull Leaning ini juga nampaknya memerlukan proses yang lumayan menguras waktu dan pikiran. Terlebih lagi untuk kelas Tahfidz yang dengan materi hampir seluruhnya hafalan ayat Al Qur’an,” kata dia.

Walaupun belum dapat diterapkan 100 persen dalam kegiatan belajar mengajar, setidaknya awal perubahan itu memberi pencerahan dan meningkatkan skill guru dalam bidang pendidikan. (Sri Purwani/RF)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini