Cermin Diri #177: Class Meeting Mapan Tiada Banding

0
348
Foto diambil dari MA MH Troso

KLIKMU.CO

Oleh: Mushlihin*

Kepala Madrasah Aliyah Muhammadiyah 8 Takerharjo yang disingkat MAPAN membuka secara resmi kegiatan lomba antar kelas tiap akhir semester alias classmeeting (16/12/2020) dengan ucapan basmalah. Sri Ismanifah menuturkan, “Maksud kegiatan guna merileks diri usai evaluasi. Manakala ada masalah selesaikan dengan musyawarah. Peserta harus mengacu tema. Berkolaborasi untuk IPM MAM 8 yang bersinergi.”

Kemudian dilakukan lomba kaligrafi. Al- Qalam 1. نٓۚ وَٱلۡقَلَمِ وَمَا يَسۡطُرُونَNun. Demi pena dan apa yang mereka tuliskan. Diikuti Lisa, Abid, Beta, Reza, Abdi, Reno, Nasywah dan Adit. Mereka calon kaligraf. Orang yang ahli menulis indah. Sehingga kian beriman pada Al-Qur’an.

Terus disusul pertunjukan tahan tawa. Semacam stand up comedy. Lelucon yang dibawakan seseorang dengan berdiri. Melahirkan rasa senang, gembira dan geli. Dengan suara berderai. Teguh, salah satu peserta merasa sangat suka.

Supaya hati tidak mati akibat ngakak, maka diimbangi sambung ayat juz’amma dan kandungannya. Rupanya tak kalah seru. Sebab siswa telah dibudayakan tiada hari tanpa hafalan dan tafsir Al-Qur’an. “Tiap kelas mengutus 4 kontestan. Dimenangi XII IPA.” Tandas Budi, selaku dewan juri.

Orasi dari siswa siswi pun menggetarkan panggung. Tentang korupsi, FPI, nasionalis, rajin sekolah, berbagi, bolos, kemiskinan, golput, kepintaran, celaan, keadilan, Pancasila, kecanduan gadget, semena-mena, pemimpin zalim, gila materi, pemuda bangkit, pupuk mahal, jagung murah dan kritik pedas alam takambang. Citra patut diapresiasi sebagai orator ulung. Namun butuh bimbingan agar tidak terlontar ujaran kebencian.

Penampilan berikutnya adalah puisi plus deklamasi. Penyajian sajak yang dibarengi gaya, gerak, dan musik. Tegar dan Nailul bersaing ketat. Bertemakan kritik Sengkuni, Kekasih, Ayah dan beberapa karya Mustofa Bisri.

Terus dilantunkan tilawah oleh Sefi, Nadine, dan Rifan. Suai adab membaca Al-Qur’an. Bersuci, jaga kebersihan mulut, dimulai taawudz dan tartil. Yakni merdu, pelan, tenang, teliti, hati-hati, sabar dan suai tajwid. Hadirin hening. Cuma segelintir yang ngegame, ngobrol, berisik dan tertawa.

Azan juga dilombakan. Menghadap kiblat. Memperhatikan kaedah. Nabil memiliki bakat terpendam. Menjadi muazin bersuara mirip kumandang azan di Timur Tengah. Didokumentasikan fotografer Haidar.

Nah giliran nasyid bergitar, duet Nafis dan Saeq melagukan Aisyah, penonton bertepuk tangan. Apalagi pas lagu perdamaian dibawakan Bima, fans turut berdendang. Begitu pula kala Heru bernyanyi rock Inggris, dan Nabil dengan lagu Arab. Juri bela, Feby, Budi, Alfan, Mahbub, Qoy dan Fasihah berdecak kagum.

Pidato bahasa Jawa oleh Tio dan Saiful membuat pendengar terkesiap. Disampaikan ada dua bersaudara. Adik rajin salat. Kakak giat bekerja. Malahan yang masuk surga kakaknya, karena ikhlas menafkahi adiknya. Sedangkan Arini, Alda dan Irma mengupas birrul walidain. Diakhirinya pidato krama inggil, berarti seluruh cabang seni terpenuhi.

Hari kedua digelar kompetisi olahraga. Voli, futsal, lari, tarik tambang, badminton, tolak peluru, lempar, kasti, PBB, balapan dan catur. Secara sportif. Meriah dengan komentator si cerewet Matus. “Diharapkan tumbuh bibit atlet profesional. Misalnya Humam, Noval, Azir, Nizam, Rafi, Ferry, Hamdan, Fajar, Aris, Qulub, Egy, dan Very.” Tandas Dey sang pelatih.

Sedangkan hari ketiga (18/12/2020) dihelat adu masak. Tumpeng, lalapan dan lontong. Antara Dina, Amel Maya, Fatus, Iba, Ilmiah, Gita, dan Rizka. Masing-masing kelas diberi modal seratusan oleh pihak madrasah. Kreteria penilaian meliputi rasa, penyajian, kreativitas, tingkat kesulitan dan kepiawaian presentasi. “Semua menu dinikmati bersama. Beralas daun pisang dari kebun sekolah.” Pungkas Bu Shofiyah dan Yuli atas nama tim juri.

Setelah itu diselenggarakan upacara penutupan. Wakasis sangat bangga kepada sang juara. Sementara yang kalah menurutnya hanya soal waktu. Insyaallah akan menjadi yang terbaik di masa mendatang, asal mau bersungguh-sungguh. Lagian setiap kontestan punya peluang survive mengarungi kehidupan. “Keep spirit, Dear. Terima kasih atas partisipasinya. Mohon maaf bila ada salahnya. Akhirul kalam. Marilah kita tutup class meeting dengan ucapan hamdalah.” Pungkasnya.

*Guru MAM 8 Takerharjo Solokuro Lamongan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here