Cermin Diri #191: Keuntungan Bincang Literasi

0
140
Foto diambil dari dokumen pribadi

KLIKMU.CO

Oleh: Mushlihin*

Jumat 29 Januari 2021, ketua SPN (Sahabat Pena Nusantara) memohon agar saya siap menjadi pemateri utama bincang literasi. Saya berterima kasih atas kepercayaan tersebut. Saya sampaikan pula bahwa banyak kendala dalam zoom meeting. Jaringan wifi tidak tersedia, paketan HP, dan sinyal putus nyambung. Saya juga gagap teknologi. Ketua SPN menganjurkan saya belajar kepada ahlinya. Karena zoom sangat penting dan ilmu menjadi lintas batas. Saya pun bersusah payah melaksanakannya.

Sabtu 30 Januari 2021 saya mesti join zoom meeting. Topiknya technical meeting bincang literasi SPN. Jam 8 malam saya menuju laboratorium komputer MI. Muhammadiyah Takerharjo. Saya disapa oleh zoom keeper dan dipersilakan memperkenalkan diri. Setelah itu kami rapat dan menghasilkan beberapa keputusan. Bincang literasi diselenggarakan Rabu 10 Februari 2021. Esoknya moderator menginformasikan, bahwa keluarganya ada hajatan. Sehingga zoom diundur lima hari.

Senin 1 Februari 2021 flyer bincang literasi yang berisi foto keynote speaker, bintang tamu dan moderator diunggah. Empat puluhan netizen menyatakan suka. Seluruh anggota SPN lalu diminta mengirimkan dua foto buku terbaru untuk divideokan dan diviralkan. Syaratnya dilengkapi nama penulis, penerbit dan tahun terbit. Seminggu kemudian buku karya para penulis SPN dapat dinikmati melalui https://youtube/H24Vn-vo0f8. Masyaallah luar biasa kreatif, komentar salah seorang anggota.

Ahad 14 Februari 2021 ada ajakan join zoom meeting jam 10 pagi. Saya memohon agar ditunda, karena bersamaan membantu emak memanen jagung. Event disepakati jam 12.30 siang. Topiknya menyusun acara bincang literasi. Yaitu saling menyapa, tayangan video buku SPN, pembukaan, sambutan, bincang literasi penulis buku yang dirindu, program penerbitan sejuta buku, diskusi dan penutup.

Senin 15 Februari 2021 jam 05.00 saya menyusun materi dalam bentuk power point. Saya juga komunikasi dengan ketua, moderator dan zoom keeper. Bakda asar saya menghubungi kepala MI. Muhammadiyah Takerharjo agar berkenan menghadiri dan menyediakan tempat zoom. Lagian saya mengundang seluruh grup WA, fb, dan instagram. Lebih dari itu saya memberitahukan kepada Bupati Lamongan (YES), Dinas Pendidikan, dan kepala sekolah serta para sahabat.

Bakda jamaah magrib saya menyiapkan laptop, charge, earphone dan kacamata. Bakda isya saya ditelpon sepupu kalau sudah ditunggu para peserta. Saya bergegas menuju MI untuk nebeng WIFI. Laptop saya buka pada aplikasi zoom. Beberapa kali saya gagal masuk. Zoom keeper lantas menelpon saya. Atas berkat rahmat Allah, saya berhasil masuk. Moderator langsung membuka acara.

Setelah sambutan ketua SPN, moderator memberi kesempatan pada saya untuk menyampaikan materinya. Saya bercerita awal menulis adalah tanggal 8 Juli 2018 di media online klikmu. Kemudian alasan atau motivasi menulis saya yaitu karena bergaul dengan penulis, pimred, dan penerbit. Ada dua buku mandiri dan empat antologi serta dua ratusan tulisan di media. Sementara kesulitan menulis disebabkan HP jadul dan kadang dicela.

Seorang peserta bertanya tentang waktu yang efektif untuk menulis. Saya berpendapat kapan saja dapat digunakan untuk menulis. Syaratnya hening dan ide bermunculan. Bila tidak ada mood atau gagasan macet, jangan dipaksakan menulis. Rehatlah sejenak. Wudulah, gerak badan, anjangsana, dan refreshing serta bacalah.

Selepas bincang literasi saya mengunjungi adik. Ia sangat menyesal tidak mengikuti zoom. Saya ke sekolah, seorang guru memohon maaf karena bersamaan kondangan. Lagian saya ditelpon teman MGMP. Dia amat terkesan hingga sekarang. Bahkan Kabid SMP dan kepala sekolah memberikan penghargaan. Saya berharap itu merupakan amal yang baik. Sebab siapa yang membawa amal yang baik, maka baginya pahala sepuluh kali lipat amalnya (Al-An’am:160).

*Guru MAM Takerharjo Solokuro Lamongan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here