Cermin Diri #194: Mewaspadai Akun Palsu Bupati

0
191
Foto Bupati Lamongan terpilih Dr. H. Yuhronur Efendi,MBA diambil dari dokumen pribadi penulis

KLIKMU.CO

Oleh: Mushlihin*

Saya diajak pertemanan oleh seseorang di facebook kala awal Ramadan. Akun menggunakan nama dan foto Yuhronur Efendi (Yes). Bupati Lamongan yang memakai songkok nasional, dasi, jas dan dilengkapi bendera merah putih. Saya gegabah mengkonfirmasinya. Selepas itu saya ragu. Karena yang berteman hanya 33 orang.

Pada tanggal 9 Ramadan 1442 bertepatan 21 April 2021 ada chat. Pesan singkat dari tetangga. Ia menanya. “Assalamualaikum. Pak saya mau tanya. Yuhronur yang di facebook itu beneran bupati? Kita berteman.”

Tetangga lantas menunjukkan bukti. Ia disapa dengan salam pendek oleh akun baru yang menduplikasi Yes lewat messenger. Ia pun membalas salam dengan yang sempurna. Yes menanya domisilinya. Tetangga menyebutkan nama desanya. Yes menanya kabar aktivitasnya. Tetangga menjawab alhamdulillah dalam keadaan baik. Yes mendokan semoga sukses dan sehat selalu. Tetangga mengucapkan amin. Yes menanya nomor WA untuk melanjutkan obrolan. Tetangga menuliskan nomor WAnya. Yes meminta kode keamanan. Tetangga nggak mau memberikannya.

“Kan aneh. Kalau aku kasih kode verivikasi berarti hp aku disadap.” Ungkap tetangga saya.

Saya menyuruh tetangga menghubungi nope asli Bupati Lamongan (Yes). Saya memberitahukan bahwa komentar Yes itu singkat. Selain itu saya berterima kasih atas informasinya yang berisi peringatan berguna. Tetangga pun mengajak saya waspada. Ia curiga. Itu sepertinya ulah penipu atau hacker.

Senin Legi 25042021, saya menerima messenger dari orang yang mengatasnamakan Yes (Yuhronur Efendi Sukses). Saya membukanya. Saya teringat perihal yang menimpa tetangga. Saya menghubungi nope asli Bupati yang ada digawai sejak menjabat Sekda. Lagian saya pernah 2 kali sowan ke rumah dinasnya dan sering berjumpa saat jalan sehat di Karanggeneng, kediaman orang tuanya.

“Assalamualikum. Benarkah bapak Bupati Yes membuat akun facebook baru? Wassalam.” Bunyi WA saya.

“Palsu itu,” jawab Bupati Yes.

Saya berterima kasih. Bupati segera menyeru kolega, sahabat dan teman-teman. Jika ada yang meminta nope, kode tertentu, konfirmasi, permohonan apapun atas namanya dan menduplikasi profilnya untuk mengabaikannya. Karena sesungguhnya bukan darinya. Saya turut berdoa semoga kami dilindungi Allah dari godaan setan yang terkutuk. Sembari saya mengabaikan messenger tersebut. Lagipula saya memblokir secara permanen akun itu dan mengingatkan anggota grup WA agar tidak tertipu.

Saya berwasiat. Selama seseorang menjalani puasa semestinya menahan diri. Mukmin tidak makan dan minum serta berhubungan suami istri. Mukmin juga menghindari dusta, jahil, berkata kotor dan berbantah. Disebabkan tiada gunanya meninggalkan makan dan minum alias hanya memperoleh lapar dan haus saja manakala terjadi aksi saling tipu atau melanggar pantangan berpuasa. Nah, bila ada yang mengajak bermusuhan lagi jangan menggubris. Ucapkan “Saya sedang berpuasa.”

*Guru MAM 8 Takerharjo Solokuro Lamongan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here