Khutbah Shalat Ied 1442 H 2#: Etika Berhari Raya Idul Fitri

0
141
Foto suasana shalat ied dengan jaga jarak diambil dari AntaraNews.com

KLIKMU.CO

Oleh: Mushlihin*

السلام عليكم ورحمةالله وبركاته

الله اكبر ، الله اكبر، الله اكبر الله اكبر الله اكبر الله اكبر الله اكبر الله اكبر الله اكبر ان الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذ با لله من سرور انفسنا وسيات اعمالنا من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له اشهد ان لااله الا الله و اشهد ان محمدا عبده ورسوله الللهم صل عَلَىٰ محمد و عَلَىٰ اله محمد وسلم تسليما كثيرا امابعد

 

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسۡلِمُونَ

وقال ايضا وَلِتُكَبِّرُوا۟ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمۡ وَلَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ

Hadirin jamaah salat idul fitri yang terhormat.

Atas berkat rahmat Allah tadi malam 1 Syawal 1442 kita telah menyempurnakan kewajiban puasa 30 hari di bulan Ramadan. Selain itu kita dapat membersihkan puasa dan mencukupi kebutuhan orang-orang miskin di hari raya idul fitri. Yakni dengan mengeluarkan zakat fitrah 1 sha’/2,5 kg beras atau uang sekira Rp. 30.000. Kita pun mengikuti tuntunan Rasulullah dengan bertakbir sejak malam idul fitri alias sempurnanya hitungan bulan Ramadan. Allahu akbar Allahu akbar, la ilaha illallahu akbar, Allahu akbar walillahi alhamdu. Kita takbiran di rumah, musala, masjid, madrasah dan lainnya yang dilaksanakan sendiri atau berjamaah secara keras atau pelan melalui beragam media. Hal ini didasarkan firman Allah SWT dalam Al Baqarah 185.

Kemudian pagi ini kita sudah mandi, berpakaian bersih, menyarap secukupnya, bersuci dan memakai wewangi serta menutup aurat. Sebagaimana firman Allah, “Hai anak cucu Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap memasuki masjid (tempat ibadah), dan janganlah makan minum berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak suka orang yang berlebih-lebihan (QS. Al A’raf 31).” Lantas kita melangkah atau berkendara ke lapangan seraya bertakbir. Nabi SAW menganjurkan agar semua orang Islam termasuk anak-anak dan wanita haid ikut berhari raya meskipun di luar saf.

Tanpa azan dan ikamah kita dirikan salat id. Jumlahnya dua rakaat. Rakaat pertama dibuka dengan takbir tujuh kali, baca doa iftitah, Al Fatihah dan Al A’la. Sedang rakaat kedua takbir lima kali, baca Al Fatihah dan Al Ghasyiyah. Bilamana takbir tambahan kurang, lupa atau tertinggal tidaklah membatalkan salat. Sehingga tidak perlu menggantinya karena bukan wajib. Begitu pula boleh membaca apa yang paling dihafal dari Alquran seperti surat Qof dan Al Qomar.

Kemudian kita mengikuti khotbah dan ditutup dengan doa. Semua mendengarkan. Lalu kita amalkan yang paling baik diantaranya. Sementara perkataan yang menyimpang kita kubur dalam-dalam. Itulah ciri orang yang memperoleh petunjuk dan memiliki akal yang murni. Allah berfirman :
ٱلَّذِينَ يَسۡتَمِعُونَ ٱلۡقَوۡلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحۡسَنَهُۥٓۚ أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ هَدَىٰهُمُ ٱللَّهُۖ وَأُوْلَٰٓئِكَ هُمۡ أُوْلُواْ ٱلۡأَلۡبَٰبِ
(yaitu) mereka yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal sehat (Az Zumar;39:18).

Berikutnya mari kita tunaikan zakat mal, infak dan sedekah (ZIS). Baik hasil usaha maupun hasil bumi yang baik-baik. Janganlah memilih yang buruk-buruk. Apalagi yang kita sendiri saja ogah memakannya. Lebih dari itu jangan enggan mengeluarkan ZIS, dikarenakan Allah akan mengujinya dengan bertahun-tahun kekeringan dan kelaparan. Sabda Nabi, “Bila suatu kaum enggan mengeluarkan zakat, Allah akan menguji mereka dengan bertahun-tahun kekeringan dan kelaparan (HR. Thabrani).”

Selanjutnya ayo kita pulang dengan jalan yang berbeda. Kita budayakan saling sapa, salam, senyum dan santun. Baik terhadap sahabat, tetangga, buruh, penjahat, binatang, benda mati maupun makhluk halus. Setiba di rumah dirikan salat sunah dua rakaat. Doakan keluarga yang telah tiada. Lalu bersimpuhlah di kaki orang tua seperti ibu, bapak, kakek, nenek, paman, bibi atau kakak.

Sesudah itu bersiaplah menghormati tamu. Gunakan prokes ketat. Upayakan wajah selalu ceria dan berseri. Ucapkanlah perkataan yang lemah lembut. Hidangkan jamuan istimewa. Sediakan akomodasi yang memadai. Bekali mereka barang yang berharga. Antar kepulangan mereka sampai depan pintu. Sebab tamu yang datang adalah pembawa rezeki. Bila ia keluar maka membawa dosa tuan rumah melalui pengampunan Allah. Sabda Rasulullah, “Hak tamu secara moral sehari semalam, maksimal selama tiga malam, selebihnya adalah sedekah.”

M Quraish Shihab berpendapat, tamu pun hendaknya tahu diri, jangan ingin dilayani terus menerus. Beliau juga mengatakan, tidaklah tercela bagi tuan rumah menyampaikan keberatan menerima tamu, khususnya yang hendak bermalam. Beliau berpedoman firman Allah, “Apabila dikatakan kepadamu (wahai yang akan bertamu) bahwa kembalilah! Maka kembalilah. Yang demikian itu lebih baik bagimu (An Nur 28).” Utamanya di saat pagebluk, kita tidak boleh jatuh ke dalam kehancuran. Kita harus tangkal covid-19.

Pada tanggal 2-29 Syawal, manfaatkan enam hari untuk berpuasa lagi. Dikarenakan pahalanya sama dengan puasa setahun. Pahala kebaikannya juga dilipatkan sepuluh kali. Lakukan secara berturut-turut atau berpisah-pisah. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa sudah melakukan puasa Ramadan, kemudian menambahkan puasa enam hari di bulan Syawal, maka seolah-olah ia telah melaksanakan puasa sepanjang masa (HR. Jamaah).” Diperjelas oleh Tsauban, “Bahwa pahala satu bulan Ramadan itu (dilipatkan sama) dengan puasa sepuluh bulan, dan berpuasa enam hari sesudah idul fitri (dilipatkan sepuluh menjadi enam puluh), maka semuanya (Ramadan dan enam hari bulan Syawal adalah genap satu tahun (HR Ahmad).”

Ringkasnya hari raya idul fitri jangan dinodai pasang mercon. Jangan diliputi keributan, kegaduhan, dan pertengkaran. Jangan mudik ke zona merah. Perketat pemeriksaan protokol kesehatan. Cek suhu tubuh. Pakailah masker. Cucilah tangan. Jagalah jarak aman dan jauhi kerumunan yang beresiko tertular wabah. Hindari pergaulan bebas, pesta pora, miras dan perbuatan keji lainnya.

Kita akhiri khotbah dengan doa.

الله اكبر الله اكبر الله اكبر الله اكبر الله اكبر الله اكبر الله اكبر

ان الله وملايكته يصلون على النبي ياايهاالذين امنواصلوا عليه وسلموا تسليما

رَبِّ ٱجۡعَلۡنِی مُقِیمَ ٱلصَّلَوٰةِ وَمِن ذُرِّیَّتِیۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلۡ دُعَاۤء (رَبَّنَا ٱغۡفِرۡ لِی وَلِوَ ٰ⁠لِدَیَّ وَلِلۡمُؤۡمِنِینَ یَوۡمَ یَقُومُ ٱلۡحِسَابُ)

َ رَبَّنَا هَبۡ لَنَا مِنۡ أَزۡوَ ٰ⁠جِنَا وَذُرِّیَّـٰتِنَا قُرَّةَ أَعۡیُنࣲ وَٱجۡعَلۡنَا لِلۡمُتَّقِینَ إِمَامًا) رَبَّنَا ٱغۡفِرۡ لَنَا وَلِإِخۡوَ ٰ⁠نِنَا ٱلَّذِینَ سَبَقُونَا بِٱلۡإِیمَـٰنِ وَلَا تَجۡعَلۡ فِی قُلُوبِنَا غِلࣰّا لِّلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ رَبَّنَاۤ إِنَّكَ رَءُوفࣱ رَّحِیمٌ)

الللهم اني اعوذبك من البرص والجنون والجذام ومن سيء الاسقام

ُ رَبَّنَاۤ ءَاتِنَا فِی ٱلدُّنۡیَا حَسَنَةࣰ وَفِی ٱلۡـَٔاخِرَةِ حَسَنَةࣰ وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ)
سُبۡحَـٰنَ رَبِّكَ رَبِّ ٱلۡعِزَّةِ عَمَّا یَصِفُونَ ۝ وَسَلَـٰمٌ عَلَى ٱلۡمُرۡسَلِینَ ۝ وَٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَـٰلَمِینَ)
والسلام عليكم ورحمةالله وبركاته

*PRM Takerharjo Solokuro Lamongan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here