Cermin Diri #213: Menunggangi Sapi

0
331
Foto diambil dari dokumen pribadi penulis

KLIKMU CO-

Oleh : Mushlihin*

Jam 05.30 saya bersepeda. Saya melewati kandang sapi milik Haji Fathur Takerharjo (HFT). Sopirnya yang juga bernama Fathur menyapa. Saya ditawari untuk menunggangi sapi putih. Saya tidak berani. Karenanya ia menjamin bahwa sapinya jinak sekali alias lulut. Sapi ini dibeli dari Kerek Tuban. Harganya Rp. 53.000.000. Seseorang berniat membelinya Rp. 100.000.000, tetapi HFT menolaknya.

Saya terpengaruh. Lalu saya memberanikan diri. Lantaran saya pernah menaiki gajah di Candi Borobudur. Ongkosnya Rp. 50.000. Alhamdulillah saya sangat terhibur.

Fathur menuntun sapi keluar kandang. Saya mencari pijakan berupa dipan. Saya berdoa naik kendaraan. Dengan nama Allah, segala puji bagi Allah, Maha Suci Dzat yang menundukkan sapi ini untuk kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kami akan dikembalikan kepada Rabb kami.

Saya langsung bersusah payah mencapai punggung sapi. Saya memegang punuk. Sapi yang merupakan hewan ternak anggota suku Bovidae dan anak suku Bovinae ini sungguh lulut. Sapi sepertinya telah dikebiri. Biasanya digunakan untuk membajak sawah. Umumnya dinamakan lembu. Sapi juga dipelihara untuk dimanfaatkan dagingnya sebagai pangan manusia. Nama ilmiahnya Bos taurus. Kecepatannya 40 km/jam. Periode gestasinya 283 hari. Lama hidupnya 18 – 22 tahun.

Fathur bercerita. HFT memiliki seratusan sapi. Diantaranya sapi Holstein atau Frisia. Salah satu trah sapi perah yang sekarang dikenal sebagai sapi yang terbanyak memproduksi susu di peternakan susu. Asalnya dari Eropa. Sapi Holstein dikembangbiakkan di daerah yang sekarang menjadi Provinsi Holland Utara dan Friesland, Belanda. Nama ilmiahnya Bos taurus taurus. Sebagaimana yang saya ketahui dari Wikipedia.

HFT juga kadang membeli Sapi Jersey. Jenis sapi British yang awalnya berasal dari pulau Jersey, yang terletak di kepulauan British Channel, di dekat perbatasan antara Inggris dan Perancis.

Sebaliknya HFT kerap membeli sapi Angus. Asalnya dari Skotlandia yang mempunyai ciri khas kulit hitam dengan bobot besar. Kualitas dagingnya unggul bernutrisi tinggi. Daging sapi angus ini dipercaya mempunyai kandungan rendah lemak, serta serat yang padat.

Sapi Brahman juga terdapat di kandangnya. Sapi ini keturunan sapi Zebu atau Boss Indiscuss. Aslinya berasal dari India. Kemudian masuk ke Amerika pada tahun 1849 dan dikembangkan untuk diseleksi dan ditingkatkan mutu genetiknya. Setelah berhasil, jenis sapi ini diekspor ke berbagai negara, termasuk Indonesia.

Adapula Simmental atau Swiss Fleckvieh. Namanya persis sebuah lembah dari Sungai Simme di Bernese Oberland, Kanton Bern, Swiss. Simmental memiliki warna bulu kemerahan dengan corak warna putih, dan diternakkan untuk diambil susu dan dagingnya.

Selain itu ada sapi Bali. Bentuk peliharaan dari banteng Jawa. Sapi Bali sebagai sumber daging yang penting dan digunakan untuk membajak. Sapi Bali merupakan subspesies domestik yang berasal dari Bali.

Sapi Madura pun dipeliharanya. Adalah sapi potong hibrida lokal asli Indonesia hasil persilangan antara banteng dengan bos indicus yang secara genetik memiliki sifat toleran terhadap iklim panas dan lingkungan marginal serta tahan terhadap serangan penyakit.

Selebihnya HFT merawat sapi Ongole. Sapi yang asalnya dari Negeri India dan masih tergolong jenis sapi zebu atau sapi berpunuk. Banyak dibiakkan oleh para peternak pulau Sumba secara alami. Sapi ini dikenal dengan nama Sapi PO.

Mengapa HFT mengasihi beberapa jenis sapi? HFT beralasan. Sapi adalah makhluk Allah, seperti halnya manusia yang harus diperlakukan dengan layak. Hasil sampingan beternak sapi lumayan. Kulit, jeroan, tanduk, dan kotorannya dimanfaatkan untuk berbagai keperluan manusia. Di sejumlah tempat, sapi juga dipakai sebagai penggerak alat transportasi, pengolahan lahan tanam (bajak), dan alat industri lain (seperti peremas tebu). Karena banyak kegunaan ini, sapi telah menjadi bagian dari berbagai kebudayaan manusia sejak lama. Berdasarkan yang saya kutip dari google.

Lebih dari itu kisah penyembelihan sapi betina diabadikan dalam Alquran surat Al-Baqarah. Lagian sapi yang berumur minimal 2 tahun adalah salah satu hewan kurban. Asalkan tanduknya bagus dan tidak patah. Telinganya tidak sobek. Giginya tidak ompong. Ekornya tidak putus dan tidak dalam keadaan hamil, sakit, pincang, buta, lesu, atau kotor.

Fathur menuturkan. Sahibulkurban yang membeli sapinya rerata orang Muhammadiyah. Khususnya PRM, PCM, AUM dan PTM. Selaku AMM, HFT memberi diskon. Saya terharu. Selanjutnya saya turun dari punggung lembu. Bulunya melekat di celana dan baju. Saya tidak menggerutu. Sebab saya bertambah ilmu.

Mushlihin, Sekretaris PRM Takerharjo Solokuro Lamongan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here