Cermin Diri #214: Pecahnya Kaca Pigura di Tahun Baru Hijriah

0
211
Foto diambil dari dokumen pribadi penulis

KLIKMU CO-

Oleh: Mushlihin*

Sementara ini tulisan saya yang masuk koran Jawa Pos Radar Bojonegoro ada lima. Pertama berjudul cara aman saat penilaian akhir semester. Diterbitkan 7 Desember 2018 satu halaman penuh dalam rubrik milenial study. Saya segera memesan pigura. Istri membantu menatanya. Sedangkan saya yang menempelkan di dinding ruang keluarga.

Kedua pada Selasa Pon 8 Januari 2019 saya berulang tahun yang ke 45. Kadonya artikel saya yang berjudul antre yang tidak membosankan dimuat Jawa Pos Radar Bojonegoro. Satu halaman penuh lagi dalam rubrik milenial study. Saya bergegas untuk memesan 4 pigura sekaligus. Istri kembali ikut memajangnya di ruang keluarga.

Ketiga, Sabtu 25 Mei 2019 sketsa wajah saya nampang di koran Jawa Pos Radar Bojonegoro Ramadan halaman 28. Rubriknya tausiyah. Judulnya puasa hidung. Selagi kita berpuasa, tidak elok menghisap air ke hidung. Mengamalkan hadis riwayat Daulabi. “Bilamana kamu berwudlu, maka keraskanlah dalam berkumur dan menghisap air di hidung, selagi kamu tidak berpuasa.” Lagi-lagi saya mengarsipkannya. Malahan saya tempelkan di ruang tamu.

Keempat, saya diwawancarai wartawan Jawa Pos Radar Lamongan. Lalu Jumat Pon 25 Oktober 2019, foto saya sambil memegang buku guru yang dirindu menjadi headline koran nasional tersebut. Rika Ratmawati menulis dengan huruf cetak tebal. Cerita seorang guru di Lamongan yang juga penulis buku. Saya dirasa terlambat dalam menulis. Namun ucapan selamat dan sukses terus mengalir dari WhatsApp dan Facebook. Saya membingkai koran itu di ruang tamu.

Kelima, Jumat 30 April 2021 saya membesuk adik Raudlotun Ni’mah bersalin di RSM Sekapuk Gresik. Pendiri KBM Bojonegoro mengirim pesan. Ia mengucapkan selamat. Karena artikel saya tentang etika peringatan Nuzulul Qur’an diterbitkan Jawa Pos Radar Bojonegoro Ramadan. Tepatnya halaman 20 rubrik tausiyah. Foto saya yang memakai baju daerah Lamongan nampak keren. Alhasil saya masukkan koran itu dalam pigura.

Tanggal 30 Zulhijjah 1442 saya melihat pigura di ruang tamu berjamur. Lantas saya mengambilnya untuk dibersihkan. Hingga azan zuhur belum kelar. Saya bersikeras merampungkan. Akibatnya pigura pecah dan saya ketinggalan satu rakaat salat berjamaah di masjid Jami Al Jihad.

Saya teringat Asy-Syura ayat 30. Musibah apapun yang menimpamu adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri. Saya juga menyadari. Boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagi kamu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal tidak baik bagi kamu (QS.2;216). Dengan demikian musibah pecahnya pigura saya lantaran mengabaikan panggilan Tuhan. Semoga di tahun baru Hijriah ini Allah mencuci segala kesalahan saya dengan salju, air dan embun.

*Sekretaris PRM Takerharjo Solokuro Lamongan

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here