Cermin Diri #216: Agustusan Ala IPM MAPAN

0
400
Foto diambil dari dokumen pribadi penulis

KLIKMU CO-

Oleh: Mushlihin*

Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah 8 (PR IPM MAPAN) Takerharjo Solokuro Lamongan memang megilan. Mereka mengirim sepucuk surat. Kurirnya seorang gadis berusia 17 tahun. Saya diharap hadir dalam peringatan HUT RI ke 76 tahun 2021. Bertempat di madrasah tanggal 17-08-2021 pukul 13.00. Temanya ialah pahlawan sejati tidak akan pernah mati. Acara dipimpin Nasywa dengan gegap gempita. Arini membaca surat Al-Baqarah ayat 154 dan terjemahannya.
وَلَا تَقُولُواْ لِمَن يُقۡتَلُ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ أَمۡوَٰتُۢۚ بَلۡ أَحۡيَآءٞ وَلَٰكِن لَّا تَشۡعُرُونَ
Dan janganlah kamu mengatakan orang-orang yang terbunuh di jalan Allah (mereka) telah mati. Sebenarnya (mereka) hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya.

Sementara itu Nadine menyanyikan lagu Indonesia raya dan Mars IPM. Diikuti sambutan Rino dan Bima. Keduanya menegaskan tentang tema. Lalu saya selaku wakil kesiswaan mengomentari. Salah satu pahlawan yang selalu dikenang yaitu Jenderal Sudirman. Mengapa demikian? Menurut sejarah, beliau rajin bersuci. Pun beliau selalu salat awal waktu. Lebih dari itu beliau gemar berjuang. Yakni suka memberi makan orang kelaparan, menutupi aurat orang yang telanjang, dan berbagi uang pada orang yang berutang.

Sejumlah 36 PR IPM MAPAN bersecepat membayar sumbangan wajib peserta. Baik dengan suka maupun terpaksa. Mereka menjamu tamu atau guru yang datang. Mereka juga mematuhi protokol kesehatan. Apa yang mereka lakukan sebagai wujud untuk meneladani pahlawan sejati.

Selanjutnya dihelat perlombaan dalam kebaikan. Makan kerupuk asmara, tangan dan kaki terikat sambil duduk. Balap karung bersambung pun mengundang decak kagum. Peserta masuk karung. Kepala memakai pelindung. Boleh lompat, lari, atau gelundung.

Lomba lainnya adalah memasukkan paku ke dalam botol. Setiap regu terdiri dari lima anak. Paku diikat pada tali rafia. Ditarik dari empat penjuru. Kapten memandu dan mengarahkan. Regu tercepat sebagai pemenang.

Azan asar menggema. PR IPM MAPAN menghentikan lomba. Mereka bergegas jamaah di musala. Keinginan menjadi ciri pahlawan sejati dilakoni. Selepas itu lomba tarik tambang. Adu kekuatan. Saban tim lima orang. Tidak ada yang cedera. Justru mereka ceria.

Voli merupakan lomba pamungkas. Setiap tim terdiri 4 putra dan 2 putri. Net ditutupi terpal. Sehingga pemain tidak melihat gerakan lawan. Disitulah letak kelucuan. Apalagi diiringi musik dangdut. Penonton ikut berdendang.

Saatnya upacara penutupan dan pemberian hadiah atau penghargaan. Selaku Wakasis, saya berpesan. Semoga kita termasuk orang yang berlomba dalam kebaikan. Bila menang jangan jumawa. Kemenangan dari Tuhan. Sebaliknya jika kalah, jangan saling menyalahkan orang lain. Karena kekalahan, akibat kelemahan dan kekurangan kita sendiri.

* Guru MAPAN Takerharjo Solokuro Lamongan

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here