Cermin Diri #220: Killing Mouse in Mosque

0
178
Foto diambil dari dokumen pribadi penulis

KLIKMU CO-

Oleh: Mushlihin*

Azan subuh berkumandang. Saya berjalan ke masjid dengan tenang. Suara gemuruh dari speaker alias pengeras suara. Lantaran jamaah melihat tikus got masuk masjid. Tikus merambati paha pria tatkala salat sunah fajar. Saat hendak ditangkap oleh pria lain, suku Murudae itu bersembunyi di podium.

Iqamah dikumandangkan. Imam berdiri. Kakinya menyenggol kabel. Ia kaget. Ia mengira ekor tikus. Makmum tersenyum. Lalu salat didirikan. Pada rakaat kedua, imam membaca surat Alghasyiyah. Pas ayat 17
أَفَلَا يَنظُرُونَ إِلَى ٱلۡإِبِلِ كَيۡفَ خُلِقَتۡ
Maka tidakkah mereka memperhatikan unta, bagaimana diciptakan?

Mouse mendekati saya yang berada di barisan kedua. Saya menikus alias berdiam diri tidak berkata apa-apa. Kemudian binatang pengerat itu menuju ratusan jamaah wanita bersamaan salam. Mereka gaduh.

Tikus berlari ke jamaah pria lagi. Imam memukulinya menggunakan kopiah. Pemuda menangkapnya memakai sajadah. Hama yang meresahkan itu menghindar. Maka pesilat menginjak tikus tersebut. Pemilik nama ilmiah Mus muscullus terkapar. Darah berceceran di lantai mimbar. Petugas kebersihan mengepel dan membuangnya di tempat sampah. Peristiwa itu menghantui pikiran saya.

Setelah itu saya membaca Republika online. Boleh membunuh binatang yang membahayakan. Misalnya anjing galak, serigala, ular, kalajengking atau tikus. Nabi Muhammad Saw bersabda yang artinya: “Ada lima binatang berbahaya yang boleh dibunuh baik dalam keadaan tahalul maupun ihrom. Yakni ular, gagak berbelang putih hitam, tikus, anjing galak dan hudayya (burung alap-alap).”

Bakda jamaah zuhur, saya terinspirasi. Saya terbersit membuat judul membunuh tikus yang masuk masjid. Mouse in mosque. Menurut Kamus Inggris Indonesia, mouse artinya tikus. Sedangkan in terjemahannya masuk. Adapun mosque bermakna masjid. Saya berkesimpulan. Membunuh tikus yang mengganggu salat di masjid diperkenankan. Sebab membunuh tanpa alasan yang benar akan selalu diliputi kehinaan dan kesengsaraan (3:112).

 

Mushlihin, sekretaris PRM Takerharjo Solokuro Lamongan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here