Cermin Diri #221: Workshop Paling Ngetop

0
217
Foto diambil dari dokumen pribadi penulis

KLIKMU CO-

Oleh: Muslihin*

Kami memperoleh kenangan manis pada hari Kamis. Tanggal dan bulan sembilan Staf ahli bidang pemerintahan, hukum dan politik sekretariat kabupaten Lamongan hadir dalam upacara penutupan workshop RKAS SMPN 1 Karanggeneng (9/9/2021). Lantaran pria yang bernama Ir. Munif Syarif, MM ini mendapat surat perintah Bupati Lamongan Dr.H.Yuhronur Efendi, MBA sebagai Plt kepala dinas pendidikan terhitung 1 September 2021.

Pejabat kelahiran 1965 ini sambutannya berapi-api. Salamnya lantang. Semangat sekali. Beliau bercerita. Asalnya Deket kulon. Ayahnya seorang guru. Demikian pula istrinya. Pegawai Negeri sejak 1992 ini adalah insinyur, tetapi ahli ekonomi, perbankan, perindustrian, dan perdagangan. Sehingga Pak Masfuk, SH. Bupati Lamongan saat itu menggojloknya. “Sampean ini insinyur, tapi menjadi direktur Bank Daerah. Apa mampu?”

Pemilik kolam renang di perumnas Made ini menjawab dengan optimis. Di tempat apa pun kalau istikamah akan ada jalan. Istikamah ialah sikap teguh pendirian dan selalu konsekuen. Alquran mengajarkan kita agar mempunyai sikap istikamah. Ayo laksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Percaya dengan takdir. Jangan banyak menanyakan sebab. Jalani kehidupan apa adanya. Insyaallah dimudahkan jalan menuju surga. Demikian wejangan Plt Kadin yang gemar ternak ikan, welut, dan bebek tersebut.

Hadir pula dalam penutupan kegiatan workshop pengembangan kurikulum dan penyusunan RKAS Dr.R.Chusnu Yuli Setyo, M.Pd. Kabid SMP Lamongan ini berujar. “Sekolah ini punya sistem penjaminan mutu internal yang sangat baik dan mungkin tidak dimiliki sekolah lain. Yakni penyusunan RKAS yang melibatkan seluruh guru sesuai tugas tambahannya. Seperti bendahara, Wakasek, kaur kesiswaan, kaur kurikulum, kaur sarpras, kepala perpustakaan, dan sebagainya. Sekolah ini menjadi contoh praktik baik MBS yang diuji petik oleh bidang Tata Kelola Direktorat SMP di Hotel Luxton, Cirebon bulan Juni yang lalu.”

Sesudah itu Pak Kadin dan Pak Kabid terpesona dengan majalah sekolah yang diamatinya. Saya diminta menjelaskannya. Senyampang saya menghadiahi buku. Beliau sangat berterimakasih mendapat buku Guru yang dirindu karya saya dan kumpulan puisi Pak Subhan, guru Bahasa Indonesia yang aktif menulis. “Bukunya bagus-bagus,” tandasnya.

Bahkan menurut penuturan Pak Kastur selaku kepala sekolah, bahwa Pak Kadin berniat menerbitkan majalah Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan, setelah terinspirasi majalah Laskar yang kami kelola. Wah, workshop paling mengetop yang pernah kami ikuti.

Sekali lagi, sungguh beruntung kami dipertemukan dengan pejabat yang mendukung para pejuang leterasi. Apalagi kami disanjung sebagai guru hebat dan penuh inspirasi. Karenanya kami bertekad bulat menjadi literat. Tim Erlangga mengucap. “Seseorang dapat disebut LITERATE bila tidak menjiplak tulisan orang lain. Atau mampu memahami isi teks yang dibaca. Atau juga mampu menggunakan hitungannya untuk memecahkan masalah sehari-hari.”

*Guru SMP Karanggeneng Lamongan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here