Cermin Diri #226: Berjalan di Surga

0
239
Foto diambil dari dokumen pribadi penulis

KLIKMU CO-

Oleh : Mushlihin*

Sejak 22 Juni 2017 kami tergabung dalam grup Ampuh. Akronim dari alumni Perguruan Muhammadiyah Takerharjo tahun 1986. Meski usia kami jelang lima puluh tahun, giat berlomba dalam kebaikan. Misalnya silaturrahmi di madrasah sambil iuran dua bulanan. Dana jutaan itu untuk menyantuni anak yatim, berkurban, dan membantu alumni yang mempunyai hajat. Selain itu kami gemar membesuk alumni yang sakit.

Kami berembug melalui grup WA. Bakda asar kami berkumpul di madrasah. Kendaraan bak terbuka milik salah satu alumni dari Bluri telah bersiap mengangkut kami. Alumni yang belum ke madrasah, dijemput ke rumahnya. Mobil L300 terisi penuh. Dua alumni putra berada di sebelah kemudi, sedangkan belasan alumni putri duduk di bak. Mobil berhenti, karena ada alumni menarik uang di ATM BNI. Meskipun demikian kami sangat menikmati mobil barang ini.

Sekira jam 16.00 kami tiba di rumah alumni yang sedang sakit. Lokasinya di perbatasan Desa Telagasadang. Kami turun dari mobil. Kami bersecepat masuk mendahulukan kaki kanan. Kami duduk di sampingnya. Kami terkesiap melihat alumni tersebut. Ia menderita tumor. Tubuhnya terbaring lemah. Ia pun beberapa kali opname. Alhamdulillah ia bersabar. Ingatannya juga bagus. Ia masih mengenali kami yang jumlahnya 17 orang. Kami mendoakan kesembuhannya dan berpamitan.

Kemudian kami menikmati matahari terbenam di pantai utara. BBC namanya. Seseorang alumni yang ahli teknologi mengabadikan momen bersejarah ini. Ia pun mengunggahnya di media sosial. Komentar bermunculan.

Azan terdengar. Kami berjamaah magrib di Kranji. Lalu menyantap kuliner di pasar. Menunya sate, soto, pecel, roti bakar, terang bulan dan martabak. Salah satu alumni yang bergelar haji mentraktir kami. Kami juga dibekali aneka jajan. Bahkan sopir dan seluruh alumni perempuan diberi uang transport lima puluhan ribu rupiah. Mereka sangat bahagia.

Selanjutnya saya pun dikasihi. Saya tidak ingin menolak rezeki. Pas turun dari mobil, teman-teman menanya. Apakah sampean juga diberi money? Saya mengakuinya. Mereka malahan bercanda. Jangan-jangan sampean disangoni uang ratusan rupiah.

Walhasil kami sangat berterima kasih. Begitulah indahnya tergabung dalam grup alumni dan bereuni. Kami memperoleh keutamaan mengunjungi orang sakit. Kami seolah berjalan di kebun surga. Kami dihujani rahmat dengan deras. Kami didoakan tujuh puluh ribu malaikat hingga pagi. Lagian kami dapat berekreasi, makan, minum, jajan secara gratis. Eeehhh…masih dapat sangu lagi.

*Alumni Perguruan Muhammadiyah Takerharjo Solokuro Lamongan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here