Cermin Diri#235: Do’a untuk Pemberi Bingkisan

0
332
Siswa SD Muhammadiyah 2 Surabaya juga berkarya pada Market Day. (Nia/Klikmu.co)

KLIKMU CO-

Oleh : Mushlihin*

Kami memasuki waktu sore bersama anak, ibu dan istri di ruang keluarga. Tamu mengetuk pintu dan berucap salam. Kami menjawabnya dengan ucapan yang sama. Tamu itu bernama Indah, murid kami sewaktu MTs. Ia menyerahkan bingkisan dari AS. Orang Katolik yang baru masuk Islam atau mualaf. Kamilah yang mengislamkannya tanpa paksaan(5-12-2021).

Kami bersegera menerima dan membuka bingkisan dalam tas hijau. Ada tulisan ciamik. Say no to plastic bag. Isinya empat bahan makanan pokok (embako). Yakni Beras slyp super; Gula kristal putih; Teh wangi bermutu harum; dan Minyak goreng sawit pilihan.

Kami berterima kasih. Kami juga berdoa. “Kami berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk yang diciptakan-Nya. Allah-lah yang mencukupi (segala kebutuhan kami), tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Dia, hanya kepada-Nya kami bertawakal. Dia-lah Tuhan yang menguasai ‘Arsy yang agung.”

Kami pun tercenung. Bukankah seharusnya mualaf menjadi golongan yang berhak menerima zakat? Tujuannya agar orang-orang semakin mantap meyakini Islam sebagai agamanya, Allah sebagai Tuhan dan Muhammad sebagai rasul-Nya. Sebaliknya kali ini malahan mualaf yang berinfak. Kami tidak dapat menolak. Kami hanya berucap “Ya Allah! Berkahilah apa yang Engkau berikan kepada mereka, ampunilah mereka dan rahmatilah mereka.”

Sekali lagi kami sangat bersyukur. Kami wajib berdoa untuk orang yang memberi bingkisan makanan dan minuman.

اَللَّهُمَّ أَطْعِمْ مَنْ أَطْعَمَنِيْ وَاسْقِ مَنْ سَقَانِيْ.

“Ya Allah! Berilah ganti makanan kepada orang yang memberi makanan kepadaku dan berilah minuman kepada orang yang memberi minuman kepadaku.”

*Mushlihin, Sekretaris PRM Takerharjo Solokuro Lamongan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here