Ciri-Ciri Orang sok Pintar Menurut Rhenald Kasali

0
128

Oleh: Sri Purwani

Guru Bahasa Inggris SD Muhammadiyah 29 Surabaya

KLIKMU.CO

Bismillahirrahmanirrahim, semoga Bapak Ibu dan pembaca selalu dalam keadaan baik dan sehat. Pada artikel ini akan membuat kita memawas diri sendiri dan orang di lingkungan sekitar. Apakah perlu menjadi pinter, pinter banget, atau keminter (sok pintar).

Mari sedikit banyak belajar dari Prof Rhenald Kasali tentang ciri-ciri orang sok pintar. Pertama, biasa dibesarkan dengan peradaban sekolah multiple choice. Bisa dianalogikan dengan pilihan jawaban a, b, c, atau d. Sehingga kita akan merasa hanya ada satu kebenaran dan yang lainnya salah.

Kedua, dari kebiasaan pertama akan menimbulkan pola berpikir convergent (sempit) sehingga cepat mengambil satu kesimpulan. Akibatnya akan merasa cepat kecewa jika kesimpulan yang diambilnya salah. Maka beruntunglah pribadi yang bereaksi secara biasa saja, tidak terlalu gembira dan tidak terlalu sedih atas suatu hal.

Ketiga, pola berpikir linier (urut atau lurus). Orang yang terbiasa berpikir linier akan menganggap sesuatu yang tidak pada urutannya (outlier) adalah “error” sehingga perlu dimusnahkan. Padahal bisa jadi, sesuatu yang tidak pada urutannya itu penting sekali.

Keempat, fokus pada how bukan why. Yaitu terlalu ingin cepat mendapat kesimpulan dan tidak mengkaji lebih dalam suatu masalah. Sehingga akan menganggap kesimpulan tersebut benar.

Kelima, bersuara keras namun tidak dianggap orang lain. Ego yang terlalu besar sehingga tidak didengarkan orang lain. The bigger the star, the smaller the ego, kata  Dr Phill. Artinya, semakin besar sebuah bintang akan semakin kecil egonya.

Keenam, yakin sekali padahal hanya tahu sedikit. Air beriak tanda tak dalam, peribahasanya. Sudah umum sekali, semakin kurang berilmu akan semakin banyak berkoar-koar.

Ketujuh, memiliki banyak follower. Ini akibat dari kondisi keenam. Banyak konten booming yang kurang mengandung ilmu, alih-alih sangat kontroversi namun menjadi sangat dijunjung netizen. Padahal jika dicari kebenarannya belum tentu seperti itu.

Pintar itu baik. Terlalu pintar bukan berarti terlalu baik. Ciri yang pertama sangat menghawatirkan jika sistem itu membuat dampak kurang baik pada pola pikir peserta didik. Semoga kita selalu belajar, banyak membaca dan tidak mewariskan generasi yang demikian. Aamiin. (*)

Guru Bahasa Inggris SD Muhammadiyah 29 Surabaya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini