Dari Baitul Arqam Muncul Kader Suroboyo Militan seperti Mas Mansur

0
136
Dr Mahsun Djayadi (tengah) dan Dr Imam Syaukani (kanan) saat mengisi Baitul Arqam. (Andi/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Gebyar bintang di Baitul Arqam Guru dan Karyawan Pendidikan Sekolah SD, SMP, SMA/K Muhammadiyah Surabaya. Acara yang diadakan berkat sinergi Majelis Pendidikan Kader, Majelis Tarjih dan Tajdid, serta Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya itu berlangsung mulai Senin pagi (19/4/2021) di The Milennium Building SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya.

Baitul Arqam Ramadhan ini dihadiri oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya Dr Mahsun Djayadi, Sekretaris MPK PDM Surabaya Abdul Rahman Hakim, serta Ketua Korps Muballigh Muhammadiyah Kota Surabaya Dr Imam Syaukani MA.

Sekretaris MPK PDM Surabaya Abdul Rahman Hakim dalam sambutannya menyampaikan, mengingat masih dalam kondisi pandemi, acara berlangsung dengan protokol ketat seperti pembatasan peserta, durasi waktu, dan zona daerah sekolah.

Dia menjelaskan, selama dua hari materi Baitul Arqam meliputi Penguatan dan Implementasi Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah, Tuntunan Thaharah dan Shalat, serta diskusi Strategi Sinergi Aksi Wali Murid dan Sekolah Muhammadiyah. “Peserta terdiri atas SD Muhammadiyah 4, 16, MI Muhammadiyah 5 dan 27,  SMP Muhammadiyah  5, 9, 18, serta SMA Muhammadiyah 2 Surabaya,” paparnya.

Andi Hariyadi, ketua Majelis Pendidikan Kader PDM Surabaya, dalam sambutan pembukaan menyampaikan ada tiga hal harapan dalam kegiatan Baitul Arqam ini.  Pertama, menguatkan paham beragama yang benar. Kedua, meningkatkan dakwah Islam, khususnya dalam dunia pendidikan. Ketiga, menumbuhkan militansi kader.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya Dr Mahsun Djayadi kebagian menyampaikan materi Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah. Ia menyampaikan sejarah kegiatan kaderisasi pada masa Rasulullah Muhammad SAW di rumah arqam.

“Harapannya, setelah Baitul Arqam ini muncullah kader-kader Muhammadiyah yang militan seperti KH Mas Mansur yang arek Suroboyo yang luas paham beragamanya dan juga ahli bela diri,” ujarnya.

“Pada satu posisi bisa menangkis dua serangan baik dari depan maupun belakang. Berbanggalah sebagai kader Muhammadiyah dan siap mewarnai dalam kehidupan,” tandasnya.

Saat dialog  juga muncul pertanyaan-pertanyaan aktual sekitar persoalan politik hingga transformasi kader.

Sementara itu, Dr Imam Syaukani MA membahas tentang Strategi Sinergi Aksi Antara Wali Murid Sekolah Muhammadiyah Surabaya. Para peserta dari perwakilan sekolah bisa sharing banyak hal berbagai kegiatan sinergi di sekolah. Banyak ide kreatif dalam pengembangan pendidikan Muhammadiyah, baik dari aspek potensi siswa maupun sinergi profesi wali murid.

“Sinergi ini sudah ada yang diwujudkan aksi kebersamaan. Adanya transparansi dana yang masuk ke sekolah, pembiasaan shalat berjamaah, menjadikan wali murid sebagai narasumber dan membuat proyek bersama antara siswa dan orang tua, serta pemberian reward pada orang tua yang istiqamah dalam pembelajaran selama di rumah,” kata Imam Syaukani. (Andi/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here