Dari Masjid Al Falah Sragen, Pengurus Masjid Al Hakim Serap Banyak Ilmu Bagaimana Mengelola Pengajian Ahad Pagi

0
131
Pengurus dan jamaah Masjid Al Hakim Kecamatan Kenjeran melakukan studi banding ke Masjid Al Falah Sragen, Jawa Tengah. (Nashiiruddin/KLIKMU.CO)

Surabaya, KLIKMU.CO – Pengurus dan Jamaah Masjid Al Hakim, Sidotopo Wetan, Kenjeran, melakukan studi banding ke Masjid Al Falah, Sragen, Jawa Tengah, Sabtu-Ahad (16-17/9).

Kurang lebih 60 jamaah pada Sabtu malam berangkat menggunakan bus menuju Sragen, Jawa Tengah. Termasuk juga Majelis Tabligh PCM Kenjeran. Rombongan tiba pukul 03.00 pagi dan langsung melaksanakan shalat malam serta mengikuti agenda kegiatan. Mulai kegiatan shalat Subuh berjamaah, kajian subuh, sharing manajemen kemasjidan, dan kajian Ahad Pagi.

Dalam manajemen kemasjidan, memang banyak sekali masukan yang diterima. Tentunya akan disesuaikan dengan keidealan kapasitas Masjid Al Hakim.

Salah satunya, jamaah yang hadir dalam kegiatan pengajian Ahad Pagi sekitar 1500 hingga 2000 peserta. Kemudian infak jamaah setiap bulan mencapai Rp 250 juta, masjid mampu mandiri dengan mempunyai usaha, berbagi sedekah beras, wakaf kamar mandi, dan sebagainya.

Kepada kontributor KLIKMU.CO, takmir Masjid Al Hakim Ahmad Jauhari yang ikut dalam studi banding berharap apa yang didapatkan mengenai manajemen kemasjidan dari Masjid Al Falah bisa diterapkan di Masjid Al Hakim. Kemudian, para jamaah bisa memiliki satu visi dan misi.

“Kita dari rombongan Masjid Al Hakim memang sengaja mengajak para jamaah datang ke sini. Pertama, tholabul ilmi mencari ilmu sekaligus memperluas wawasan tentang manajemen kemasjidan. Kita ingin Masjid Al Hakim juga bisa berkembang dan lebih makmur jamaahnya seperti yang ada di Masjid Al Falah Sragen,” terangnya.

Menurut dia, cukup banyak ilmu yang diperoleh. Mereka sekaligus bisa menyaksikan secara langsung bagaimana kegiatan pengajian Ahad Pagi. Banyak jamaah yang cukup kagum dengan pelaksanaan pengajian di sini. Dalam diskusi dengan pihak takmir Masjid Al Falah Sragen, banyak inspirasi yang diperoleh dan akan diamalkan ketika kembali ke Surabaya.

Salah satunya, pengajian para lansia dan pengajian untuk remaja. “Selama ini anak-anak remaja itu kalau diajak ngaji agak sulit. Tetapi kalau memang dengan kebutuhan para remaja itu bisa kita dampingi dan ikuti. Insya Allah mereka akan aktif untuk mengikuti kajian-kajian,” tuturnya.

“Jadi, tadi yang disampaikan oleh takmir kalau kita mau mengajak anak-anak muda mengaji tidak usah langsung kita ajak mengaji terlebih dahulu. Tetapi ada suatu kegiatan yang menarik untuk para remaja. Misalnya kita mengadakan kegiatan broadcasting atau masalah tentang aplikasi-aplikasi yang terbaru yang mungkin menjadi kebutuhan mereka. Setelah itu nantinya kegiatan itu juga kita isi dengan pengajian,” jelasnya.

Jauhari mengatakan, tentu memang ada yang membedakan dengan Masjid Al Hakim nantinya. Termasuk pembuatan segmen-segmen pengajian. Ada segmen pengajian untuk bapak-bapak, ibu-ibu, ada juga untuk ibu-ibu muda, mungkin anak-anak, dan seterusnya sesuai dengan kebutuhan mereka.

“Pagi ini dari jamaah yang kita lihat antusias kajian Ahad Pagi ini kurang lebih sekitar 1500. Itupun sebenarnya informasi dari panitia pengajian Al Falah Sragen sedikit dikurangi karena sebagian dari para jamaah pengajian ada juga yang mengikuti di kecamatannya untuk mengadakan kegiatan yang sama. Kalau tidak, bisa jadi jamaahnya itu sekitar 2000. Memang ini juga bertujuan supaya mengurai kemacetan untuk jamaah,” ujarnya.

Menurut informasi, sebentar lagi masjid-masjid di Kota Surabaya juga akan ada akreditasi masjid. Karena itu, yang akreditasi bukan hanya sekolah atau rumah sakit. Tetapi juga masjidnya akan dilakukan akreditasi. Nanti akan ada masjid peringkat A, B, dan C. Kalau peringkat A itu jamaahnya shalat Subuh minimal 100. Masjidnya juga terbuka selama 24 jam.

“Saya sengaja mengajak jamaah ke sini baru sebatas pengurus inti dari jamaah Masjid Al Hakim dan beberapa jamaah yang memang aktif dalam membantu kegiatan di Masjid Al Hakim. Ke depan insya Allah kita bisa mengajak yang lain,” ungkap Jauhari yang juga sebagai ketua RW 06 Sidotopo Wetan Mulia. (Nashiiruddin/AS)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini