Darling SD Mumtas: Kisah Al Fatih sang Penakluk Konstantinopel yang Rajin Shalat

0
49
M. Khoirul Anam, Kepala SD Mumtas, menyampaikan arahan di acara tadarus keliling di Jatisrono Barat V/16 Surabaya. (M. Ali/KLIKMU.CO)

Surabaya, KLIKMU.CO – Salah satu kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh SD Muhammadiyah 10 Surabaya adalah tadarus keliling (darling). Kegiatan ini dilaksanakan dua bulan sekali dari rumah ke rumah. Tetapi, kegiatan ini bisa diadakan satu bulan sekali ketika ada permintaan dari wali murid.

Kali ini, darling dilaksanakan di rumah Addah Nabahah Purnomo di Jatisrono Barat V/16 Semampir Surabaya, Jumat (10/11).

Kegiatan ini diawali dengan muraja’ah bersama menghafal surat-surat pendek dari Juz Amma. Dengan bacaan irama hijaz menambah suasana syahdu dan teduh.

Selanjutnya, Marwah’atus Saida Niswan, sang pemandu acara, sesaat setelah membuka kegiatan darling, mempersilakan Abad Nabahah Purnomo untuk membaca Al-Qur’an.

Tak ketinggalan, Attaqillah Amanna Afiqoh, M. Yofy Al Hafid, dan Quinsha Alza Wardani menyampaikan ceramah singkat dengan lancar.

Setelah sambutan dari tuan rumah, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala SD Muhammadiyah 10 Surabaya M. Khoirul Anam MPdI.

Dalam sambutannya, dia menyampaikan tentang pentingnya membaca Al-Qur’an dan adab-adabnya. Sebab, Al-Qur’an nanti akan menjadi teman sejati dan akan menjadi penolong di hari kiamat nanti.

Lebih lanjut, pria asli Lamongan ini menyerukan siswa-siswi kelas 6 SD Mumtas untuk rajin shalat jika ingin sukses di dunia dan di akhirat. Kemudian, ia mencontohkan bagaimana Sultan Mahmud Al Fatih bisa menaklukkan Konstantinopel atau Romawi Timur.

“Al Fatih adalah seorang raja hebat yang tidak pernah meninggalkan ibadah shalat. Baik shalat lima waktu, sunah rawatib, maupun salat tahajud sejak kecil,” tambahnya.

Sementara itu, Alimuddin SAg, penceramah yang dihadirkan di acara darling, menyampaikan tentang pentingnya adab atau akhlakul karimah.

Ketua Majelis tabligh PCM Krembangan ini menjelaskan, bagaimana akhlak berbicara, akhlak di kamar mandi, akhlak di jalan raya, dan akhlak bertamu.

Acara diakhiri dengan shalat jamaah. Anak-anak shalat di masjid berbaur dengan jamaah kampung, sementara anak putri shalat berjamaah di rumah shohibul bait.

(M. Khoirul Anam/AS)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini