Di Zona Merah, Penyembelihan Hewan Kurban Serahkan Saja pada RPH

0
112
Ilustrasi pemotongan di rumah potong hewan. (Foto Detik)

KLIKMU.CO – Sekretaris Komisi Fatwa MUI Pusat KH Miftahul Huda menyampaikan agar umat melaksanakan ibadah kurban dengan protokol ketat. Pada daerah zona merah, misalnya, MUI menyatakan bahwa pelaksanaan kurban diserahkan ke rumah potong hewan (RPH) saja sehingga aman.

Sementara untuk daerah zona hijau, perlu diperhatikan protokol kesehatan. Hal ini sesuai dengan Fatwa MUI Nomor 26 Tahun 2020.

“Terkait penyembelihannya, Komisi Fatwa MUI mengimbau melaksanakan penyembelihan kurban tetap menjaga protokol kesehatan untuk mencegah dan meminimalkan potensi penularan. Di zona hijau, pihak yang terlibat penyembelihan harus menjaga jarak fisik. Kalau di zona merah, tetap tidak diperbolehkan, diarahkan ke rumah potong hewan,” ujarnya Rabu (23/6/2021).

Dia menyampaikan, kurban memang tidak bisa diganti dengan uang atau barang yang senilai. Namun, skema membayar pihak lain agar dibelikan kambing dan hewan kurban itu diperbolehkan. Karena itu, mewakilkan kurban kepada pihak lain diperkenankan.

Komisi Fatwa, ujar dia, menganjurkan umat memanfaatkan Hari Tasyriq, yaitu tanggal 11, 12, 13 Dzulhijah, untuk berkurban. Sehingga kurban tidak dilaksanakan penuh dalam satu hari dan meminimalkan kerumunan.

“Komisi Fatwa MUI juga mengimbau agar pendistribusian hewan kurban diantarkan ke rumah masing-masing panitia,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19 Sonny Harry B, Harmadi menambahkan, ada beberapa hal yang perlu dicermati pada saat penyembelihan hewan kurban. Di antaranya adalah penyembelihan hewan kurban, penggunaan alat potong bersama, kontak fisik saat mendistribusikan hewan kurban, interaksi antarpetugas di lapangan, serta penggunaan peralatan dan perlengkapan terkait.

Selain itu, dia berpesan agar daging sembelihan sebisa mungkin terhindar dari kontaminasi virus. Masyarakat juga diimbau tidak berkerumun menyaksikan pemotongan hewan.

“Kami mengapresiasi dukungan MUI di masa pandemi dan kita harus berhati-hati karena setiap kegiatan harus dilaksanakan dengan protokol kesehatan ketat. Terima kasih atas berbagai upaya dari MUI, fatwa yang dikeluarkan, dan dukungan sehingga fatwa bisa sampai kepada panitia kurban nanti, ” ujar dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia itu. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here