Din Syamsuddin: Benarkah Pembatalan Haji Semata karena Covid-19?

0
7870
Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin. (Detik)

KLIKMU.CO – Mantan ketua umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin menyatakan bahwa keputusan pemerintah mengenai pembatalan haji barangkali dapat ditinjau kembali. Dia menyebut Kerajaan Arab Saudi belum memutuskan terkait keputusan pelaksanaan ibadah haji untuk negara yang tergabung dalam organisasi kerja sama Islam (OKI).

“Sesuai surat yang beredar baik dari Dubes Saudi di Jakarta maupun dari Dubes RI di Riyadh, ternyata pemerintah Kerajaan Saudi Arabia belum mengumumkan undangan haji kepada negara-negara anggota OKI,” kata Din Syamsuddin dalam keterangannya, Jumat (11/6/2021).

Din pun meminta pemerintah Indonesia mengintensifkan komunikasi dan diplomasi kepada pemerintah Arab Saudi. Bila perlu Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghubungi langsung Raja Salman atau Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengajak sejumlah tokoh Islam untuk bertemu Raja Salman.

“Diyakini bahwa Kerajaan Arab Saudiakan memperhatikan Indonesia sebagai negeri muslim terbesar di dunia,” tegas eks ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Ia pun mempertanyakan apakah pemerintah Indonesia siap menyelenggarakan haji tahun ini jika nanti diberi kuota. Termasuk apakah pemerintah Indonesia mau menyesuaikan vaksinasi yang disetujui pihak Arab Saudi atas rekomendasi WHO.

“Sehubungan dengan itu, adalah tidak etis dan salah alamat kalau ada pihak, khususnya dari umat Islam, mendemo Kedubes Saudi di Jakarta. Pembatalan haji Indonesia bukan keputusan pemerintah Saudi, tapi keputusan pemerintah Indonesia (menteri agama),” ucap Din.

Oleh karena itu, masyarakat perlu meminta penjelasan atau transparansi pemerintah Indonesia mengapa membatalkan pemberangkatan haji 2021. “Benarkah karena alasan Covid-19 saja? Pembatalan pemberangkatan haji dapat dinilai pemerintah tidak menjalankan amanat UUD 1945 pasal 29 bahwa pemerintah harus melayani rakyat dalam menjalankan ibadat,” tegas Din. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here