Din Syamsuddin: Penunjukan Abdul Mu’ti sebagai Wamendikbud Telah Rendahkan Muhammadiyah

0
1336
Foto diambil dari edisi.co

KLIKMU.CO – Keputusan penolakan jabatan Wamendikbud oleh Prof Dr Abdul Mu’ti MEd dianggap tepat bagi Prof Dr Din Syamsuddin MA. Sebab, menurut mantan ketua umum PP Muhammadiyah itu, penunjukan tersebut terkesan merendahkan Muhammadiyah.

“Penunjukan Prof Dr Abdul Mu’ti MEd sebagai Wamendikbud bernada merendahkan organisasi Muhammadiyah yang besar, pelopor pendidikan, dan gerakan pendidikan nasional yang nyata,” kata Din Syamsuddin dalam rilisnya, Kamis (24/12/2020).

Menurut Din, penolakan Abdul Mu’ti sebagai Wamendikbud mencerminkan sikap seorang anggota Muhammadiyah sejati. Yakni, tidak gila jabatan, menolak jabatan yang tidak sesuai dengan kapasitas, dan jabatan yang merendahkan marwah organisasi.

Menurutnya, alasannya Abdul Mu’ti tidak memiliki kemampuan mengemban amanat hanyalah sikap tawaduk.

“Prof Abdul Mu’ti adalah guru besar dan pakar pendidikan yang mumpuni. Wawasannya tentang pendidikan dan kemampuan memimpinnya sangat tinggi,” tegasnya.

Prof Din mengkritik presiden yang seyogianya memiliki pengetahuan kesejarahan dan kebangsaan sehingga dapat menampilkan kebijaksanaan untuk menempatkan seseorang dan sebuah organisasi pada tempatnya yang tepat.

“Bagi Muhammadiyah, memangku jabatan di pemerintahan bukanlah masalah besar (is not a big deal). Karena Muhammadiyah cukup mandiri dan otonom untuk menjadi mitra strategis dan kritis pemerintah, dalam suatu sikap proporsional. Siap mendukung pemerintah jika baik dan benar dan tak segan-segan mengkritik serta mengoreksi jika salah, menyimpang, atau menyeleweng,” tandasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Prof Dr Abdul Mu’ti MEd menolak tawaran Wamendikbud dari Jokowi. Dari laman Facebook-nya, Mu’ti memutuskan untuk tidak bergabung dalam Kabinet Indonesia Maju setelah melalui berbagai pertimbangan yang matang.

Abdul Mu’ti merasa tidak akan mampu mengemban amanah yang sangat berat itu. Saya bukanlah figur yang tepat untuk amanah tersebut.

“Awalnya, ketika dihubungi oleh Pak Mensesneg dan Mas Mendikbud, saya menyatakan bersedia bergabung jika diberi amanah,” tulisnya di Facebook yang diunggah sekitar pukul 10.00 WIB tersebut.

Tetapi, setelah mengukur kemampuan diri, saya berubah pikiran. Semoga ini adalah pilihan yang terbaik,” tandas tokoh asal Kudus, Jawa Tengah, itu. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here