Disaksikan Ketua KPU, Muhammadiyah Surabaya Deklarasi Pemilu Damai Jelang Coblosan

0
93
Ketua PDM Surabaya M. Ridlwan (tengah) bersama Wakil Ketua PDM Surabaya Arif An (kiri) dan Ketua KPU Surabaya Nur Syamsi (dua dari kiri) saat Deklarasi Munajat Cinta Pemilu Damai dan Harmonis Tahun 2024. (Yuda/KLIKMU.CO)

Surabaya, KLIKMU.CO – Gegap gempita pesta Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 semakin terasa semarak menjelang coblosan, 14 Februari mendatang. Di tengah masyarakat, diskusi tentang topik-topik pemilu sudah bukan hal tabu lagi untuk dibahas.

Mulai siapa pilihan calon legislatif sampai pilihan presiden mulai sering didengar pembahasannya di tengah masyarakat.

Meskipun ada perbedaan pilihan pada pemilu kali ini, suasana aman, damai, serta kondusif harus tetap terjaga di tengah ingar-bingar pemilu.

Kondusivitas itulah yang ingin terus dijaga oleh Muhammadiyah Surabaya agar tidak ada lagi konflik yang terjadi di masyarakat akibat perbedaan pilihan caleg atau presiden. Karena itu, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surabaya menggelar “Deklarasi Munajat Cinta Pemilu Damai dan Harmonis Tahun 2024” di kantor PDM Surabaya pada Sabtu (10/2/2024).

Acara deklarasi kali ini mendapat apresiasi positif dari sejumlah pihak. Hal itu ditunjukkan dengan kehadiran Ketua KPU Surabaya Nur Syamsi dan perwakilan Bawaslu Kota Surabaya Teguh Sumarsono Selain itu, turut hadir pula Kasat Intelkam Polrestabes Surabaya AKBP Edi Hartono yang mewakili Kapolrestabes Surabaya.

Ketua PDM Surabaya Dr M. Ridlwan memberikan banyak pesan kepada warga persyarikatan. Menurut dia, warga Muhammadiyah harus berikhtiar untuk bisa melancarkan Pemilu 2024, tetapi dengan tidak membawa simbol keorganisasian dalam politik praktis.

“Hal itu karena warga Muhammadiyah harus bisa menjaga marwah organisasi. Dan itu sesuai dengan apa yang sudah dipesankan oleh PP Muhammadiyah agar tidak membawa nama organisasi dalam ruang lingkup politik praktis,” ujar Ridlwan.

Ketua PDM Surabaya M. Ridlwan. (Yuda/KLIKMU.CO)

Sementara itu, Ketua KPU Surabaya Nur Syamsi menyampaikan apresiasi atas peran aktif Muhammadiyah Surabaya dalam menjaga kondusivitas masyarakat jelang pemilu.

“KPU mengapresiasi Muhammadiyah, sebagai pilar penting bangsa yang sudah dikenal masyarakat sebagai salah satu organisasi yang turut mendukung lahirnya Indonesia, atas perannya mengawal keberlangsungan pemilu tahun ini,” tuturnya.

“KPU juga berharap warga persyarikatan yang terlibat sebagai petugas pemungut suara di tingkat bawah sampai atas untuk menjalankan tugasnya secara jujur. Sehingga pemilu bisa berjalan dengan baik,” imbuhnya.

Sementara itu, Kasat Intelkam Polrestabes Surabaya Edi Hartono tidak ketinggalan menyampaikan apresiasi terhadap deklarasi damai kali ini melalui sambutan yang disampaikannya di hadapan hadirin yang datang.

“Polrestabes Surabaya mengapresiasi segala jenis kegiatan yg menyuarakan cinta dan damai, salah satunya yang kali ini diselenggarakan oleh Muhammadiyah Surabaya. Hal ini semakin membuktikan bahwa situasi kamtibmas memang benar-benar cukup kondusif. Selain itu, melalui koordinasi yang telah dilakukan oleh KPU, Bawaslu, dan polisi, kami semua akan menjaga kenetralannya dalam penyelenggaraan pemilu,” ujar polisi yang semasa menempuh pendidikan pernah belajar di sekolah Muhammadiyah itu.

Edi Hartono menyampaikan bahwa semua masyarakat harus terus menjaga kondusivitas dan persaudaraan.

“Kita semua boleh berbeda pilihan, namun yang harus diingat adalah bahwa pemilu hanya sehari, tapi seduluran selawase,” tandas Edi yang kemudian diiringi tepuk tangan para tamu undangan.

Ketua KPU Surabaya Nur Syamsi. (Yuda/KLIKMU.CO)

Berikut isi Deklarasi Munajat Cinta Pemilu Damai dan Harmonis Tahun 2024:

Pertama, akan melaksanakan Pemilu 2024 yang damai dan kondusif untuk mewujudkan demokrasi yang bermartabat.

Kedua, akan mematuhi dan menaati segala bentuk dan ketentuan yang berlaku serta menyelesaikan permasalahan Pemilu 2024 sesuai dengan koridor hukum.

Ketiga, menolak upaya yang dapat menimbulkan perpecahan di masyarakat dan menghindari kegiatan yang bersifat provokatif, menghasut, ujaran kebencian, serta tidak menggunakan isu SARA dalam pelaksanaan Pemilu 2024.

Keempat, menciptakan situasi dan kondisi tetap kondusif di wilayah Kota Surabaya.

Kelima, berharap kepada penyelenggara dan pengawas pemilu (KPU dan Bawaslu) untuk menjalankan amanah sebaik baiknya dengan jujur dan adil.

(Miftah/AS)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini