Ditandai Pemukulan Gong, Kejuaraan Pencak Silat UNSC 2023 Resmi Dibuka Rektor UM Surabaya

0
44
Kejuaraan Pencak Silat 5th UM Surabaya Nasional Silat Championship resmi dibuka oleh Rektor UM Surabaya Dr dr Sukadiono MM dengan pemukulan gong sebanyak lima kali. (Nashiiruddin/KLIKMU.CO)

Surabaya, KLIKMU.CO – Kejuaraan Pencak Silat 5th UM Surabaya Nasional Silat Championship (UNSC) 2023 resmi dibuka. Pembukaan berlangsung di Hall At Tauhid Tower lantai 13 Universitas Muhammadiyah Surabaya, Selasa (12/9).

Kejuaraan yang diikuti oleh 750 peserta ini akan dilaksanakan selama lima hari mulai 12 hingga 17 September mendatang.

UNSC 2023 secara resmi dibuka oleh Rektor UM Surabaya Dr dr Sukadiono MM. Pembukaan itu ditandai dengan pemukulan gong sebanyak lima kali.

Pembukaan itu juga dihadiri Ma’ruf Sya’ban ST SE MAK (Wakil Rektor III UM Surabaya), Hj Fanan Hasanudin (pendekar besar dan sesepuh Tapak Suci Kota Surabaya), Faisal Ardianto SOr (Sekretaris IPSI Kota Surabaya), Ketua Pimda Tapak Suci 06 Kota Surabaya, Polsek Mulyorejo, para pendekar Tapak Suci, dan seluruh tamu undangan.

Dalam sambutannya, Dr dr Sukadiono MM mengucapkan selamat datang kepada peserta UNSC 2023 di kampus Universitas Muhammadiyah Surabaya.

“Kampus sejuta inovasi berbagai kalangan, termasuk inovasi dalam bidang olahraga khususnya pencak silat. Tentunya kami merasa berbahagia menjadi tuan rumah UNSC 2023,” tuturnya.

Dokter Suko, sapaan akrabnya, menyampaikan bahwa peserta yang hadir di luar ekspektasi, yakni sekitar 750 peserta.

“Saya kira ini kejuaraan yang luar biasa. Ini adalah momentum pembelajaran bagi anak-anak baik dari segi fisik, mental, kemudian juga dari sisi psikologi. Dari segi fisik anak-anak akan dilatih bagaimana melatih secara motorik otot-otot kita. Baik otot ekstrem aktivitas atas dan aktivitas otot-otot bawah,” ujarnya.

“Olahraga pencak silat ini hampir semua otot yang ada di dalam tubuh kita ini dilatih supaya menjadi lentur. Memang mengalami difortropi atau pembesaran, tetapi masih sesuai standar kedokteran. Maka, pada kesempatan yang baik ini bagaimana anak-anak mempunyai fisik yang kuat dan kaki yang kokoh. Insya Allah ke depan akan menjadi manusia-manusia yang sehat secara fisik,” imbuh ketua PWM Jawa Timur itu.

Selanjutnya, Dokter Suko menjelaskan pengertian dari sisi mental psikologi, anak-anak dilatih untuk bisa mengendalikan emosi. Meskipun kejuaraan ini sifatnya kognitif, karena ingin menjadi juara, kita tidak boleh terlalu emosi sehingga membuat kita tidak terkontrol.

Karena itu, dia berharap kepada peserta ketika bertanding harus bisa mengendalikan diri sendiri supaya tidak emosi. Peserta belajar untuk tidak emosi supaya bisa mengeluarkan jurus-jurus pencak silat sesuai dengan perguruan masing-masing.

“Bermainalah sebaik mungkin untuk menjadi yang terbaik karena dari situ akan muncul pendekar-pendekar muda yang terbaik. Tetapi dalam kompetisi kalah menang itu adalah biasa. Yang menang tidak boleh sombong dan yang kalah tidak boleh terlalu down atau putus asa. Karena masih banyak kejuaraan lain yang insya Allah tentu akan kita ikuti di masa-masa yang akan datang,” pesannya.

Dokter Suko tak lupa juga mengucapkan terima kasih kepada orang tua yang sudah mensupport putra-putrinya. Menurutnya, silat adalah bagian dari olahraga yang menjadi peninggalan nenek moyang kita.

“Mudah-mudahan kejuaraan ini bisa berjalan dengan lancar. Insya Allah kita juga mempunyai Fakultas Kedokteran spesialis ortopedi, spesialis dalam, dan lain sebagainya yang disiagakan sebagai tim medis. Tetapi, kita tidak berharap terjadi cedera saat bertanding. Jadi, jangan kawatir terutama bagi kedua orang tua,” ucapnya. (Nashiiruddin/AS)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini