FKIP UMM Sukses Cetak Lulusan PPG Terbanyak

0
56
Sejumlah pejabat Kemenag dan UMM bersama peserta PPG dalam Pengukuhan dan Pengambilan Sumpah Profesi PPG dalam Jabatan bagi Guru Madrasah Kementerian Agama, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMM. (Humas UMM)

Malang, KLIKMU.CO – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi pelaksana Program Pendidikan Guru (PPG) dengan indeks kelulusan paling banyak. Hal itu disampaikan Sekretaris Menteri Agama (Menag) Muhammad Sidik Sisdiyanto SAg MPd dalam Pengukuhan dan Pengambilan Sumpah Profesi PPG dalam Jabatan bagi Guru Madrasah Kementerian Agama, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMM, Sabtu (20/5).

Ada 482 mahasiswa yang berhasil lulus dari berbagai bidang. Seperti biologi, bahasa Inggris, dan lainnya.

Lebih lanjut, Sidik menegaskan bahwa guru merupakan garda terdepan dalam pendidikan. Bukan hanya melakukan transfer ilmu, namun juga harus menjadi contoh bagi para anak didik. Mengingat teknologi saat ini tidak dapat memberikan pendidikan akhlak secara komprehensif layaknya seorang guru.

“Saat menemui masalah atau pertanyaan sulit, anak-anak sekarang cenderung langsung mencarinya di Google. Namun kecanggihan itu belum bisa memberikan pembelajaran akhlak. Di sinilah peran strategis guru yang harus selalu membimbing mereka,” ungkapnya.

Sidik juga mengingatkan, guru memang harus mampu membawa nilai-nilai profetik dalam mendidik anak-anak. Apalagi Nabi Muhammad merupakan teladan bagi umat Islam. Ia juga memberikan sederet pesan yang dikutip dari K.H. Ahmad Dahlan. Salah satu kriteria guru yang kompeten adalah mereka yang mampu menguasai proses belajar dan mengajar dengan menciptakan suasana belajar yang kondusif dan optimal.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Panitia Nasional PPG Kemenag RI Dr Mustofa Fahmi Med menjelaskan bahwa ada sekitar 831 ribu guru aktif di madrasah. Sayangnya, masih ada 49 persen atau 431 ribuan guru yang belum tersertifikasi. Maka, peserta PPG yang sudah menyelesaikan program patut bersyukur bisa masuk dan mengikuti PPG di UMM.

Ia juga menjelaskan, saat ini ada empat fokus utama yang dikembangkan dalam upaya meningkatkan kompetensi guru. Yakni, peningkatan kompetensi, peningkatan kualifikasi, peningkatan karir, dan peningkatan di aspek kesejahteraan guru.

Fahmi juga berpesan agar lulusan PPG tetap mengedepankan misi kebaikan serta mengoptimalkan ilmu yang didapat selama menjalani program.

“Saya ucapkan selamat dan sukses. Kalau sebelum PPG siswa-siswa beristighfar saat bapak dan ibu masuk kelas, sekarang insya Allah mereka akan mengucap alhamdulillah karena bapak ibu merupakan guru-guru terbaik dan profesional,” katanya.

Sementara itu, Rektor UMM Dr Fauzan MPd mengatakan bahwa bonus demografi Indonesia diprediksi berakhir pada 2038. Maka, perlu adanya upaya masif untuk memanfaatkan momen tersebut dan sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia yang dimiliki Indonesia.

“Saat berbicara mengenai SDM, sudah barang tentu larinya akan ke pendidikan dan guru. Sehingga bapak dan ibu memiliki tanggungjawab mengembangkan SDM yang memiliki cerdan dan berkompeten melalui didikan yang baik dan benar,” tegasnya.

Dekan FKIP UMM Dr Trisakti Handayano MM menambahkan, artificial intelligence (AI) sudah meluas. Banyak sektor yang memanfaatkan AI dan bahkan manusia mulai tergantikan. Termasuk di dalamnya bidang pendidikan dan pengajaran.

“Apakah peran guru akan tergilas? Hal yang bisa kita lakukan adalah dengan bermintra, merangkul, serta memanfaatkan teknologi untuk mengatasi problem pendidikan yang sedang kita hadapi,” ujar Trisakti. (Wildan/AS)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini