Gandeng Muhammadiyah-NU, Menteri Agama Minta Warga Tak Mudik Jelang Idul Adha

0
144
Menag Yaqut Cholil Qoumas. (Dok Kemenag)

KLIKMU.CO – Pemerintah mengimbau masyarakat, khususnya umat Muslim, tidak melakukan perjalanan mudik menjelang Idul Adha 1442 H. Sebab, mudik itu dapat memicu persebaran Covid-19 di Indonesia ini.

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan sudah berkoordinasi dengan sejumlah organisasi masyarakat (ormas), seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah demi menyosialisasikan imbauan tidak mudik ini.

“Karena kita tahu mudik ini akan memicu penyebaran virus Covid-19. Segera sore ini akan kita lakukan koordinasi dan mudah-mudahan ini bisa diterima dengan baik oleh masyarakat,” kata Yaqut dalam keterangan pers usai rapat terbatas bersama Presiden Jokowi, Jumat (16/7/2021).

Berkaca pada pengalaman libur Lebaran yang lalu, memang terjadi lonjakan kasus Covid-19 selang beberapa pekan setelah periode larangan mudik diberlakukan. Bahkan lonjakan kasus ini masih awet berlangsung sampai hari ini.

Yaqut juga telah menerbitkan Surat Edaran (SE) nomor 17 tahun 2021 yang mengatur panduan pelaksanaan ibadah Idul Adha, termasuk terkait takbiran, sholat Id, dan penyembelihan hewan qurban di wilayah pelaksana PPKM Darurat.

SE ini jelas mengatur pelaksanaan ibadah di rumah ibadah untuk sementara waktu ditiadakan di wilayah yang menjalankan PPKM Darurat. Artinya, kegiatan takbiran baik berupa arak-arakan di jalan atau takbiran di masjid juga ditiadakan. Sholat Id pun dilarang digelar di masjid dan lapangan, melainkan dilakukan masing-masing keluarga di rumah.

“Kami, Kemenag juga mengatur dan mempersilakan seluruh masyarakat Muslim untuk tetap laksanakan takbiran tapi di rumah saja. Karena itu tidak mengurangi sama sekali dari makna takbiran,” pungkasnya. (RF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here