Gandeng Shinkenjuku, SDM 26 Surabaya Terapkan Belajar Matematika Menyenangkan

1
75
Siswa-siswi SD Muhammadiyah 26 Surabaya menyimak pemaparan metode belajar Shinkenjuku. (Shinta Karlina/KLIKMU.CO)

Surabaya, KLIKMU.CO – Sebanyak 500-an siswa SD Muhammadiyah 26 Surabaya antusias mengikuti kegiatan belajar matematika menyenangkan menggunakan metode Shinkenjuku, Jumat (21/7). Shinkenjuku merupakan salah satu lembaga bimbingan belajar khusus matematika tingkat SD.

Shinkenjuku mempermudah anak belajar matematika dengan menerapkan Merdeka Belajar sebagai gaya belajar baru. Memungkinkan siswa mengambil inisiatif dan memberikan ruang bagi guru untuk memahami kebutuhan setiap siswa.

Kepala SD Muhammadiyah 26 Surabaya Yunita Puspitasari menyampaikan pesan kepada seluruh siswa SD Muhammadiyah 26 Surabaya bahwa belajar itu butuh proses agar memperoleh hasil yang maksimal. Tidak ada kata menyerah jika menemukan soal yang sulit dalam pelajaran matematika, tetap semangat dam mencoba berbagai cara yang dimiliki.

Sembari siswa diajak bermain menggunakan metode  Jankenpon di kalangan anak-anak Indonesia, permainan ini juga dikenal dengan istilah suwit Jepang.

Ada tiga bentuk jari tangan yang dimainkan: batu, gunting, kertas.

Pertama, batu atau guu dengan posisi jari mengepal. Gunting atau choki dengan jari membentuk huruf V. Terakhir kertas atau paa dengan jari dan telapak tangan terbuka.

Aturannya sederhana. Batu akan menang melawan gunting, gunting akan menang melawan kertas, dan kertas akan menang melawan batu. Ketiganya memiliki porsi yang sama untuk menang maupun kalah.

Sementara itu, Shinta Karlina selaku Kaur Humas menyampaikan, belajar matematika itu asyik dan menyenangkan asal satu kuncinya harus teliti jika menghitung soal agar jawaban kita benar dan tepat sesuai dengan perintah soal.

Kaur Kesiswaan yang juga mengajar matematika Ririn mengatakan, matematika itu terkenal dengan menghitung, namun sebenarnya dalam matematika juga sangat penting memahami konsep dan kemampuan logika, termasuk soal cerita.

Di sisi lain, pemateri Shinkenjuku Lelly Dwi Arrummaisha SSi menyampaikan, pihaknya dapat bekerja sama dengan sekolah membantu anak-anak Indonesia lebih menyukai matematika dan percaya diri mengerjakan soal yang sulit.

“Seiring berakhirnya pandemi Covid-19 cara belajar matematika siswa pada jenjang SD khususnya perlu adanya upgrade yang diberikan dengan berbagai metode pembelajaran agar anak menjadi enjoy full learning saat pembelajaran,” ujarnya.

Di sinilah peran Merdeka Belajar sangat diperlukan. Merdeka Belajar sebagai gaya belajar baru, memungkinkan siswa mengambil inisiatif dan memberikan ruang bagi guru untuk memahami kebutuhan setiap siswa.

Presiden Direktur PT Benesse Indonesia Tatsunosuke Suzuki mengatakan, pihaknya mengembangkan Shinkenjuku School Reformation untuk solusi gaya belajar baru tersebut.

“Pada program Belajar Matematika yang menggunakan metode Shinkenjuku ini menitikberatkan pada pemahaman konsep dasar Matematika dan pengembangan sikap belajar dengan mengadopsi Self Progress Learning (SPL) dan esensi dari Kurikulum Merdeka Belajar,” katanya dalam keterangan resminya. (Shinta Karlina/AS)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini