Gowesmu Napak Tilas Perjalanan Ahmad Dahlan, Mas Mansur, Cokroaminoto, dan Soekarno di Surabaya

0
306
Gowesmu dalam rangka Milad Ke-109 Muhammadiyah PDM Kota Surabaya. (Andi/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Kegiatan Gowesmu Napak Tilas menjadi bagian kegiatan semarak Milad Ke-109 Muhammadiyah PDM Kota Surabaya. Acara yang berlangsung Ahad, 21 November 2021, ini menjadi ajang wisata kota di Surabaya.

Ketua Panitia Milad Edy Susanto menjelaskan, gowes ini penting karena Surabaya sebagai Kota Pahlawan yang memiliki banyak nilai historis perjuangan. Sehingga dengan Gowesmu yang tetap menerapkan protokol kesehatan, di samping menambah kesehatan, juga menambah wawasan kebangsaan.

Ustadz Catur, panitia pelaksana Gowesmu, menambahkan, ada sekitar 300 peserta yang bersepeda santai dan diikuti 32 perwakilan Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan Aisyiyah se-kota Surabaya. Pihaknya melakukan pembatasan peserta mengingat harus tetap jaga jarak menghindari kerumunan sesuai prokes.

“Rute Gowesmu ini merupakan Napak Tilas perjalanan KH Ahmad Dahlan, KH Mas Mansur, HOS Cokroaminoto, dan Soekarno di Surabaya. Peserta bisa menikmati perjalanan dengan santai di titik lintasan sambil membaca naskah Napak Tilas yang telah dibagikan ke peserta,” katanya.

Sementara itu, menurut Andi Hariyadi, Sekretaris Tim Penulisan sejarah Muhammadiyah Surabaya, perjalanan dimulai dari Kantor PDM Surabaya di Jalan Wuni 9 menuju Jalan Ahmad Jaiz melintasi masjid Plampitan di kampung Plampitan VIII sebagai tempat Tabligh KH Ahmad Dahlan. Lalu, dilanjut ke kampung Peneleh VII tempat kediaman HOS Cokroaminoto yang berhadapan dengan rumah Latif Zein tokoh Muhammadiyah setempat, yang rumahnya dijadikan tempat diskusi kebangsaan.

“Kemudian lanjut Jalan Nyamplungan kawasan masjid Ampel sisi timur yang disitu makam KH Mas Mansur, kemudian putar balik hingga menuju Balai Kota Surabaya yang di depannya terdapat monumen Jenderal Sudirman sebagai kader Muhammadiyah yang menjadi Bapak Tentara Nasional Indonesia, yang melakukan perang gerilya, dan di antara pengawalnya terdapat putra HOS Cokroaminoto,” ujarnya.

Adapun menurut Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya Hamri Al Jauhari, momen milad Muhammadiyah dengan Gowesmu Napak Tilas KH Ahmad Dahlan saat berdakwah ke Surabaya pada tahun 1916 merupakan cikal bakal tumbuh semangat kebangsaan dan keagamaan yang ditanamkan KH Ahmad Dahlan untuk cita-cita kemerdekaan bangsa.

“Sehingga sebagai kader Muhammadiyah hendaknya mampu menerus perjuangan ini,” ujarnya. (Andi/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here