Grup Kolintang SD Muda Mengguncang Panggung Festival Peneleh

0
30
Sejumlah siswa SD Muhammadiyah 2 Peneleh Surabaya yang tergabung dalam grup kolintang membawakan sejumlah lagu dalam Pestival Penelah. (Indira/KLIKMU.CO)

KLIKMU.CO – Panggung Java Coffee Culture and Festival Peneleh di Jalan Makam Peneleh yang telah berlangsung selama dua hari seolah berguncang, Sabtu (6/7/2024) lalu. Grup kolintang yang berisi siswa-siswi SD Muhammadiyah 2 Peneleh Surabaya membawakan lagu “Rungkad” yang membuat semua penonton Festival Peneleh ikut bernyanyi.

Penonton yang sebagian besar warga Peneleh dan sekitarnya itu berdecak kagum dengan kepiawaian anak-anak SD Muda memukul bilah-bilah kayu tersebut.

Kayu yang disusun  berderet dan dipasang di atas bak kayu itu dipukul menggunakan malet sehingga menghasilkan rangkaian bunyi yang begitu indah. Tangan-tangan kecil siswa kelas 1 hingga 4 memukulnya hingga menjadi rangkaian nada.

Malam itu anak-anak SD Muda memainkan lagu “Terima Kasih Guruku”, “Bunda”, “Warung Pojok”, hingga “Rungkad” yang sempat viral. 

Asalnya boleh dari Sulawesi Utara, namun arek-arek Suroboyo dari SD Muhammadiyah 2 Peneleh, melalui tangan dingin Ustadz Shofi dan Ustadz Luluk, menyulap anak-anak mampu menciptakan harmonisasi yang indah.

“Seru sekali aku bisa tampil di acara Festival Peneleh. Tentu saja aku jadi punya banyak pengalaman tampil di mana-mana dan happy dilihat oleh banyak orang,” kata Alvaro.

“Apalagi di acara sejarah kampungnya sekolahku ini. Aku yang tadinya grogi jadi semangat saat penonton ikutan menyanyi lagu ‘Rungkad’,” imbuh siswa kelas 4 itu saat ditanya perasaannya bermain kolintang di acara tersebut.

Sementara itu, kepada KLIKMU.CO, mama Alvaro menyampaikan sebagai seorang ibu, perasaannya bercampur aduk antara bangga dan haru saat melihat putranya tampil kolintang di JCC Festival Peneleh.

“Saya merasa sangat bangga menjadi bagian dari sekolah dasar Muhammadiyah tertua di Peneleh ini. Meski telah berumur tua namun sekolah terus meng-upgrade diri serta selalu up to date. Setiap anak diberikan kesempatan untuk bersinar di sini. Terima kasih kepada semua pihak yang telah membuat hari ini begitu istimewa,” ujarnya.

Selain kolintang, SD Muda juga menampilkan seni bela diri Tapak Suci yang dikreasikan dengan tari tradisional.

Untuk diketahui, Festival Peneleh diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Surabaya berkolaborasi dengan Bank Indonesia dan Kelompok Sadar Wisata Peneleh.

Pasar rakyat Peneleh ini diselenggarakan selama daua hari, yaitu pada 5-6 Juli dengan suguhan kuliner UMKM, hiburan rakyat, musik keroncong, hingga layar tancap.  Sedangkan puncak acara JCC 2024 berlangsun Minggu (7/7/2024) di Jalan Tunjungan.

(Indira/AS)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini