Haedar Nashir: Lima Masalah Ini Memperburuk Penanganan Pandemi 

0
280
Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Haedar Nashir. (Istimewa)

KLIKMU.CO – Menurut Prof Dr Haedar Nashir MSi, sedikitnya ada lima masalah pokok yang turut memperburuk penanganan pagebluk Covid-19 di Indonesia. Pertama, banyaknya masyarakat yang enggan memperhatikan ahli pandemi atau epidemiolog dan justru mengikuti tokoh-tokoh yang terus mempromosikan pemikiran konspirasi soal Covid-19 dan vaksin.

“Karena kalau terus-terusan dikembangkan pandangan anti-Covid, antivaksin, itu masyarakat lengah. Kemudian mereka yang kerja di rumah sakit tambah berat beban kerjanya. Sehingga  tidak mustahil menciptakan disharmoni di kalangan masyarakat,” terang Haedar dalam forum Resepsi Milad 50 Tahun RS Islam Jakarta Cempaka Putih, Rabu (23/6/2021).

Masalah kedua, menurut Haedar, adalah pernyataan kelompok anti-Covid dan antivaksin itu yang terus menganggap bahwa pasien dan korban meninggal karena Covid-19 semata-mata direkayasa.

Kemudian, masalah ketiga, menurut Haedar, adalah kebijakan pemerintah pusat maupun daerah yang kerap disharmoni dan inkonsisten. “Ini biasanya sering ada disharmoni antarpusat, antardaerah, dan antarbidang. Di satu sisi melarang mudik, tapi bidang lain membuka wisata. Nah, ini kan tidak harmonis sebenarnya,” kritik Haedar.

Masalah keempat ialah karakter masyarakat yang dikenal tidak disiplin, suka melanggar, dan apatis. Menurut Haedar, sebagian masyarakat mungkin sudah merasa lelah, capek, dan bosan sehingga tidak disiplin lagi. “Menganggap remeh, menganggap enteng, padahal itu dampaknya luas,” terang guru besar UMY tersebut.

Terakhir atau masalah kelima, dampak pandemi sendiri yang menambah beban, baik dari sektor ekonomi maupun budaya. Apalagi, pemerintah sering kali bimbang antara memulihkan ekonomi atau memulihkan kesehatan masyarakat.

“Dengan lima hal itu tidak membuat kita pesimistis. Tapi musibah ini berat bukan karena musibahnya, tapi karena sikap kita dalam menghadapi musibah yang tidak selalu seirama, sejalan, dan harmonis yang membuat musibah itu semakin berat,” paparnya.

Karena itu, guna menghadapi pandemi dengan lima masalah tambahan ini, Haedar berpesan agar semua pihak menghadapinya dengan penuh kesabaran, kebersamaan, tidak saling menyalahkan, dan mengembangkan berbagai sisi positif dari pandemi.

“Musibah itu selalu dalam kuasa Allah. Kita ikhtiar yang maksimal, kita munajat kepada Allah yang maksimal, kita bangun kebersamaan yang maksimal, tapi juga pasrah, berdoa, dan terus memohon pada Allah agar Allah meringankan dan mencabut musibah ini,” tuturnya. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here