Haedar Nashir: Raih Derajat Rif’ah dalam Silaturahmi

0
1287
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir saat Halalbihalal dan Silaturahmi Idul Fitri 1443 H. (FB Haedar Nashir/KLIKMU.CO)

KLIKMU.CO – “Makna terdalam silaturahmi adalah mempertautkan persaudaraan. Adapun di dalam Muhammadiyah, persaudaraan itu telah diikat oleh iman.”

Demikian disampaikan Haedar Nashir dalam Halalbihalal dan Silaturahmi Idul Fitri 1443 H yang digelar Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid (luring dan daring) serta diikuti keluarga besar Muhammadiyah dari seluruh Indonesia dan luar negeri, Sabtu (7/5).

Menurut Haedar Nashir, silaturahmi merupakan ajaran luhur dari Islam. Bahkan Allah SWT memberikan penghargaan tinggi terhadap ritual silaturahmi. “Aku adalah Allah yang Maha Rahman. Aku pencipta tali persauraan dan dari namaku Aku lekatkan persaudaraan itu. Barangsiapa yang menghubungkannya, Aku menghubungkannya. Dan barangsiapa memutuskan, Aku akan memutuskannya,” kata Haedar mengutip firman Allah.

Dalam acara yang juga disiarkan secara langsung secara live di kanal TVMU dan Youtube ini, Haedar juga berpesan betapa pentingnya menjalin tali silaturahmi. Sebab, selain dapat merekat kembali dan meningkatkan relasi, silaturahmi juga mampu merekat kembali hal-hal yang renggang dalam persaudaran kita.

“Silaturahmi tidak cukup untuk menghubungkan apa yang telah tersambung dengan baik, tapi juga merekat kembali apa yang terputus. Silaturahmi yang demikian termasuk dalam derajat rif’ah,” terang Haedar.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir saat Halalbihalal dan Silaturahmi Idul Fitri 1443 H. (tangkapan layar AS/KLIKMU.CO)

Apa itu derajat ri’fah?

Menurut Haedar, makna rif’ah yang pertama adalah tingkat rohani yang tinggi. Yang kedua menghubungkan apa yang terputus dan menjadikan sesuatu jadi baik dari hal yang kurang baik. Adapun yang ketiga adalah selalu lemah lembut dan welas asih terhadap orang yang berbuat jahil terhadap kita.

“Bila silaturahmi berderajat rif’ah dapat kita wujudkan sehari-hari, akan menjadi kekuatan rohani untuk menumbuhkan rasa rahim dan welas hati, murah hati, serta persaudraan yang abadi dan otentik. Pada saat yang sama juga dapat meredam benih-benih benci atau dendam kesumat dan hal-hal buruk yang sering menjadi faktor membuat kita retak dalam habluminannas,” paparnya.

Lebih lanjut Haedar menjelaskan, ketika mampu melakukan silaturahmi yang berderajat rif’ah, maka akan memancarkan ihsan. Di antara ciri ihsan dalam surat Almaidah 8, yaitu berbuat adil kepada orang yang kita benci sekalipun mesti kebencian itu tidak tumbuh di hati kita.

“Kami percaya kita keluarga besar Muhammadiyah sudah tertanam benih-benih ihsan karena setiap hari memupuk silaturahmi lewat organisasi. Dan relasi habluminannas kita yang selalu dirawat bersama. Kalau toh ada bagian yang terputus, insya allah kita sambungkan kembali hari ini dan hari-hari ke depan,” ujarnya.

Haedar menegaskan, silaturahmi ini juga akan menjadi refleksi keluarga besar Muhammadiyah untuk mengaktualisasikan nilai puasa dan ibadah Ramadhan dan idul Fitri dalam kehidapan sehari-hari.

“Kita terus menjadikan diri ini dengan keislaman dan keimanan kita agar menjadi orang-orang yang terus meningkatkan kualitas takwa,” tegasnya. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here